Sabtu, 17 November 2018

Keren

Bismillah.... 
Repost Tulisan keren..
 
๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ
Untukmu yang merasa tidak keren
Oleh : Hilmi Firdausi
๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ

Ketika reuni tiba atau waktu bersua dengan teman-teman lama di suatu acara dan kau merasa minder karena teman-temanmu begitu bergelimang prestasi dunia, ada yang menjadi pengusaha sukses dengan ribuan karyawan, ada yang menjadi dokter spesialis yang pasiennya membludak, ada manager perusahaan multinasional, ada politikus sang anggota dewan yang terhormat, bahkan ada seorang temanmu yang jadi artis papan atas...

Lalu kamu siapa, hanya seorang pedagang kecil yang berulangkali gagal dalam merintis usaha, semua dikerjaan bersama istri tercinta karena tak ada dana untuk menggaji karyawan.

Tapi...
Ini adalah pilihan hidupmu. Engkau resign dari perusahaanmu bekerja karena banyak hal yang bergejolak dalam batinmu. Terlebih dari itu, engkau ingin membebaskan waktu untuk lebih dekat dengan keluarga, bisa senantiasa sholat berjamaah di masjid dan lebih banyak menuntut ilmu agama.

Tenang saudaraku...bisa jadi engkau lebih keren dan bahagia dibanding teman-temanmu yang "wah" itu. Walau keduniaanmu terlihat kecil di hadapan mereka, tapi yakinlah pilihan jalan hidupmu sungguh mulia di mata sang Pencipta.

Juga untukmu wahai para Ibu Rumah Tangga, janganlah engkau pernah berkecil hati tatkala melihat teman-teman sekolahmu dulu bergelimang prestasi, sedangkan dirimu "hanya" sibuk dengan setrika dan mencuci, lalu mengantar anak sekolah dan mengajar mereka mengaji.

Bunda...apapun profesimu, wanita karier, dokter, desainer, pengusaha atau apapun...tetaplah yang akan dihisab kelak adalah Ibadahmu, pengabdianmu kepada suami, seberapa berhasil engkau mendidik anak-anakmu...bukan segala macam karier keduniaan yang kadang menyilaukan.

Jadi...buat anda, laki-laki atau perempuan yang merasa biasa-biasa saja secara dunia, tak usah berkecil hati, jangan merasa inferior  di hadapan teman-teman anda yang terlihat superior...anda masih amat sangat bisa menyalip prestasi keduniaan mereka dengan prestasi akhirat anda...karena jelas Allah sampaikan "Walal akhirotu khoirullaka minal'ula".

Tulisan saya ini jangan diartikan kita tidak boleh keren secara keduniaan. BIG NO ! Ummat Islam harus keren, kaya raya, cerdas, inovatif, kreatif, sukses dan beprestasi---namun semua itu hanya jalan untuk mencari keridhoan Allah, jalan untuk menjadi lebih bermanfaat untuk orang banyak. Itulah sukses sejati, sukses dunia akhirat.

So...mulai saat ini, ga ada lagi istilah keren ga keren kalau sekedar parameternya dunia. Walau dunianya biasa tapi akhiratnya luar biasa itu mulia, namun jika dunianya luar biasa dan akhiratnya luar biasa...itulah tujuan hidup sesungguhnya, seperti doa yang mungkin telah ribuan kali kita baca...

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً ูˆَูِูŠ ุงู„ุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ

"Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa  api neraka.” 
(QS. al-Baqarah : 201)

FB : Hilmi Firdausi
FP : Kajian Hilmiyah
IG-Twitter : @hilmi28
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC-JU2tuXm0oqKbR-BtaHRSw

Jumat, 15 Juni 2018

Rejeki

SAYANG JIKA TIDAK DIBAGI & DIABADIKAN ๐Ÿ˜„

๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ

# The Secret of Marketing Langit ☄

- Ada yang mengetuk pintu langit dengan cara tiap pagi membagi 40 nasi untuk duafa, rutin dia lakukan.. 
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada orang yang ngundang rejeki dengan cara mencium punggung tangan ibunya, lalu minta didoakan...
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada yang mengundang rejeki, tiap pekan dia datangi anak-anak Yatim, diusap2 kepalanya, dibelikan sesuatu untuk keperluan mereka, sebagaimana diajarkan nabi kita..
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada yg ngundang rejeki, tiap pagi berangkat kerja dia rutin bersedekah kepada siapa saja... 
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada org yg ngundang rejeki, tiap malam jumat dia membagi makanan kepada 100 orang yang tidur di Jalanan..
Doanya tembusss kelangit!
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada orang yg ngundang rejeki, tiap setelah sholat subuh dia tidak tidur dia ber istigfar 100 kali dan tadarrus Al quran hingga terbit fajar, lalu menatap langit langsung, mengangkat tangan, dan Nembus langsung pada Tuhannya..  
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada yg ngundang rejeki, tiap jumat omzet/profit penjualannya 100% disedekahkan..  
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada yg ngundang Rejeki, tiap bulan 20% dari total pendapatannya disedekahkan.. 
*Dia Yakin Tuhannya MAHA KAYA..*  
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada yang ngundang rejeki, seminggu sekali dia tengah malam datangi rumah duafa, dia panggul sendiri makanan untuk mereka...  
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada yang ngundang rejeki, tiap jum'at dia tidak mau dibayar untuk tenaganya yg dia berikan ke orang lain, tiap tetes keringatnya penuh pahala...
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada yang mengundang rejeki dengan memperbaiki jadwal sholat 5 waktunya berjamaah di masjid dan ALLAH pun memudahkan segala urusannya..
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada yang ngundang rejeki, tiap pagi dia sholat dhuha & berdoa, ketika orang lain sdh sibuk dia memilih ngadep langsung ke Penciptanya..
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
- Ada yang tiap 1/3 malam dia bangun sholat tahajjud berbisik pada bumi dan terdengar dilangit, ALLAH ridho hidupnya pun berkah..
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
Ada yg ngundang REZEKI dg cara MENANAM POHON dan mengkampanyekannya agar semua MAKHLUK BUMI bisa menikmati OKSIGEN dan mengurangi CO²

❤ *Rezekimu bukan dari Bossmu* atau pelangganmu,
*Tapi dari ALLAH*

๐Ÿ’›Undang rejeki dtg dg cara2 yg *ALLAH Ridhoi...*

๐Ÿ’š"Memberi informasi itu tenangkan hati"
Kalo hatimu gak tenang, jangan2 karena berbagi informasipun engkau enggan..

๐ŸŒธOrang yg yakin *ALLAH MAHA KAYA*, dia gak pernah takut kelaparan.. dia gak pernah takut.. dan gak pernah ragu!

๐ŸŒนMau jalan manakah yg kita pilih untuk mengundang rezeki?

๐Ÿ’ŸLakukanlah tanpa ada rasa ragu.

*MAN JADDA WA JADA..*
Ikhlaskan Insya ALLAH....
#Copas

❤๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’›❤

Sabtu, 09 Juni 2018

Magfirah

Bismillah... 

๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—
Perbedaan antara Maghfirah (ู…ุบูุฑุฉ) dengan 'Afuw (ุนููˆ)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Oleh Syeikh Abu Yusuf Precious Gems
๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—

Maghfriah adalah hak Allah untuk mengampuni kita atas segala dosa-dosa kita (dosa kecil, karena dosa besar hanya diampuni dengan taubat -red), tetapi dosa-dosa tersebut akan tetap tercatat di dalam buku amalan kita selama di dunia.

Maghfirah adalah ampunan Allah atas dosa-dosa kita, tetapi di Hari Pembalasan kelak, dosa-dosa tersebut tetap tertulis di dalam rapor kita. Allah akan menanyai kita tentang dosa-dosa tersebut, tetapi Allah tidak akan menghukum kita karenanya

'Afuw adalah hak Allah untuk mengampuni dosa-dosa kita, lalu menghapusnya dari buku catatan amal kita selama di dunia. Seolah-olah, kita tidak pernah melakukan dosa-dosa tersebut.

 'Afuw adalah ampunan Allah atas dosa-dosa kita, yang lalu dosa-dosa tersebut akan dihapus secara total dari rapor kita, dan Allah tidak akan menanyai kita tentang dosa-dosa tersebut di Hari Pembalasan

Itulah kenapa Rasulullah (๏ทบ) memerintahkan kita untuk membaca dosa berikut di malam Laylatul Qadr:

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†َّูƒَ ุนَูُูˆٌّ ุชُุญِุจُّ ุงู„ْุนَูْูˆَ ูَุงุนْูُ ุนَู†ِّูŠ

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni

(Ya Allah, Engkaulah Satu-satunya yang Maha Pengampun, dan Engkau suka memberi ampunan. Maka dari itu, ampunilah aku), (HR Ahmad, Ibn Majah, dan Tirmidhi)

Jadi, pastikan kita senantiasa membaca doa tersebut sepanjang waktu, sebanyak mungkin. Jadikan ia sebagai zikir harian kita.

Bayangkan bahwa diri kita sedang berdiri di Hari Pembalasan, dimintai pertanggungjawaban atas segala amal perbuatan kita, dan kita tidak memiliki jaminan untuk memasuki Jannah-Nya.

Tiba-tiba, kita mendapati bahwa kita memiliki bergunung-gunung Hasanat (pahala) di dalam rapor kita.

Tahukah kita dari mana pahala yang begitu banyak tadi datang?

Karena ketika di Dunia, kita terus-menerus mengucapkan, "SubhanAllah wa bihamdihi, SubhanAllah al 'Adhim."

Rasulullah Muhammad ๏ทบ bersabda, "Dua kalimat yang ringan di lidah, tetapi berat timbangannya. Keduanya begitu disukai oleh Arrahman (Maha Pengasih) :

ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„ّู‡ِ ูˆَ ุจِุญَู…ْุฏِู‡ِ ، ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ

SubhanAllahi wa biHamdihi, Subhan-Allahi 'l-`adheem
(Mahasuci Allah, dengan segala pujian dan kesucian hanya teruntuk bagiNya, Yang Mahabesar), 
(HR Bukhari, Muslim).

Coba bayangkan betapa banyak pahala yang akan dilipatgandakan jika kita membagikan ilmu ini, ilmu tentang keutamaan berzikir mengingat Allah.

Betapa banyak yang akan mengucapkannya, dan kita akan mendapat aliran pahala dari mereka yang mengamalkannya setelah mengetahuinya dari kita.

"Sesiapa yang menunjuki orang lain pada kebaikan, baginya pahala yang sama dengan mereka yang melakukannya," (HR Muslim). Wallahu'slam bish shawwab

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris oleh: Irfan Nugroho
♒♒♒♒♒♒♒♒♒♒♒♒
http://www.mukminun.com/2015/07/perbedaan-antara-maghfirah-dengan-afuw.html?m=1

Minggu, 03 Juni 2018

Thr

HATI YANG MERASA CUKUP

(Boleh di share, jangan di copas yaa)
(By Fitra Wilis Masril)

Aku 14 tahun jd ibu kantoran, office hour, dan tentunya dapat THR

2016 Brahma demam, kejang. Aku trauma, dan bersegera memutuskan kerja freelance dari rumah  sekaligus menjadi ibu rumah tangga.

Lebaran 2017, adalah kali pertama aku gak dapat THR. Agak jetlag, ๐Ÿ˜… , tapi setelah dijalani, cukup cukup saja. 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan. 

Ternyata, melewati lebaran tanpa THR, tanpa rencana mudik, tanpa beli beli kue kering mahal, justru membuat ramadhan terasa lebih tentram.

Yaa setidaknya, dgn dana terbatas, kita dikasih kesempatan untuk lebih fokus ibadah, gak repot mikirin ini itu, gak repot dalam pembagian alokasi dana THR buat apa saja, lha THR nya aja gak ada. Wkwkwkwkw... 

Ternyata, selain doa "berilah kami kesehatan yg baik dan rejeki yg barokah", doa yg terpenting adalah "berilah kami hati yg tentram, hati yg merasa cukup atas segala rejekiMu".

Iya, HATI YANG MERASA CUKUP. 

Dulu, repot dgn baju seragam lebaran sekeluarga.  udah stres nyari tukang jahit padahal puasa masih 2 bulan lagi.

Ternyata, ada atau nggak ada seragaman, lebaran tetap baik baik saja.

Dulu, kue kering enak enak wajib ada, minimat kastengel, nastar, dan sahabat sahabatnya.

Ternyata, dgn mengganti kue kering mahal dgn sekaleng biskuit khong guan, atau setoples astor, atau kripik pisang, dll lebaran oke oke saja.

Dulu menu sarapan kala lebaran harus komplit antara ketupat, rendang, dendeng balado, dll

Ternyata, tanpa selengkap itupun lebaran indah indah saja.

Dulu, ngeliat baju yg pas buat gonta ganti lebaran, hati berdebar, sibuk mencatat dalam ingatan, hari H lebaran pakai baju apa, hari ke dua ke rumah saudara pakai baju yg mana, anak anak pakai sandal yg mana, dll dll. Menguras pikiran.

Ternyata, setelah menata hati agar MERASA CUKUP atas apa yg ada, mau gamis sebagus apa lewat di beranda, biasa biasa aja. 

Dulu, mudik penuh rencana. Repot. Sekarang, berlebaran dgn open house bersama tetanggapun nikmat rasanya. Kalo pun mudik, mudik santai, nggak repot repot amat, seadanya saja.

Lebaran ini, tak membeli sepasang sandal baru, tak ada baju baru, toh baju yg ada juga masih bagus banget dan pantas pantas saja dipakai berhari raya.

Jadi, yg bikin rumit itu sebenarnya bukan ada atau nggak ada THR nya. 

Tapi, kegagalan menata hati untuk selalu merasa cukuplah, yg membuat semua menjadi ribet.

Ternyata, saat HATI MERASA CUKUP, mau reuni sama siapapun, sama sahabat yg udah jadi orang penting di negara ini sekalipun, mau ketemu sama artis terkenal sekalipun, mau sama siapapun, semua terlalui dgn santai aja, nggak ribet, nggak repot, nggak minder, santai, seloww....tenang..nyaman.

Jadi, untuk yg gak dapat THR, gak usah ngitung ngitung gaji PNS yg dapat gaji ke 13, dapat THR pula, dll

Mari turut berbahagia jika saudara kita sedang berbahagia. 

Untuk yg gak dapat THR, tata saja hati. Semua akan baik baik saja.

Ada atau nggak ada THR, lebaran tetap akan tiba.

Tapi hari kemenangan akan datang, hanya untuk kaum beriman yg dapat menaklukkan hasrat atas dunia. 

Miliki HATI YG MERASA CUKUP. maka sesungguhnya tangan kita sudah menggenggam seluruh isi dunia. 

Sesederhana itu.

Selamat memaksimalkan ibadah di 12 hari terakhir Ramadhan. Semoga Ramadhan ini menjadi Ramadhan terbaik, dibanding Ramadhan tahun tahun terdahulu.
Mari reguk kenikmatan berdekat dekat pada Nya sang penggenggam nyawa kita, jangan usik dgn remeh temeh dunia. 
 
Semoga kita semua memiliki hati yg selalu merasa cukup, dan jiwa yg senantiasa merasa  tentram,  Aamiin

Senin, 07 Mei 2018

Php

#Dapet nasihat yg sangat berharga dari teman satu almamater juga. Terimakasih banyak ya mba sudah di ingatkan. I love u mba ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ 
Saya suka kata-katanya nggak bernada menggurui tapi meresap ke relung hati. ❤๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™๐Ÿ’œ❤๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™๐Ÿ’œ❤๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™๐Ÿ’œ

Pesan dari mba "U" via inbox FB ๐Ÿ˜˜

Bismillah
Maaf hasna saya tidak bermaksud mau ikut campur masalah anty, cm saya mau coba share dr sudut pandang yg berbeda, semoga bisa menjadi ibroh buat kita, bkn apa2 tp utk ketenangan hati kita juga
Maafin klw hasna kurang berkenan. Barakallah fiiki

Pembeli php, sebastian ( sebatas penantian ), clbk ( chat lama beli kagak ) Simak hadist ini... 

Nabi Shollallohu 'Alaihi Wassalam bersabda, 

"Barang siapa menerima pembatalan transaksi dari seorang muslim, Allah akan membatalkan (menghapus) dosa-dosanya pada hari kiamat". (H.R. Abu Dawud) 

Nabi Muhammad memahami bahwa kebanyakan pedagang merasa kecewa apabila barangnya tidak jadi dibeli. Selain itu, beberapa yang lain malah melampiaskan kekecewaannya dengan marah atau mencaci si calon pembeli. Untuk itu, Nabi mengisyaratkan ganjaran yang luar biasa bagi seorang penjual yang mau bermurah hari menerima pembatalan transaksi.

Tidak tanggung-tanggung bahwa pembatalan itu mengundang pertolongan Allah  sehingga Allah pun membatalkan (menghapus) dosa-dosanya pada hari kiamat. Sungguh indah apa yang dijanjikan oleh Islam.

Tidak mudah memang untuk menerima pembatalan dari calon pembeli. Apalagi, jika pembatalan itu juga mengandung terlepasnya rezeki yang besar dari hasil penjualan. Akan tetapi, seorang muslim yang berbaik sangka dengan calon pembeli nya, niscaya Allah juga akan memberinya yang lebih baik daripada pembatalan tersebut. 

Ma syaa Allah.. BarakaLLahu fiikum..

Selasa, 03 April 2018

Arab

Assalaamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Belajar bahasa arab, yuk!^^

⏹ Ungkapan yang biasa digunakan dalam bahasa arab

๐ŸŒธ Syukron ( ุดูƒุฑًุง ) = Terima kasih
๐ŸŒธ 'Afwan ( ุนููˆุงً ) = Sama-sama , Maaf
๐ŸŒธ Aseef (asif) ( ุขุณู ) = Saya minta 
maaf

๐ŸŒธ Hasanan ( ุญุณู†ุงً ) = Baiklah
๐ŸŒธ Rubbamaa ( ุฑุจّู…ุง )/yumkin = Mungkin
๐ŸŒธ Intabih ( ุงู†ุชุจِู‡ ) = Awas! (Peringatan)

๐ŸŒธ Ihzar ( ุงุญุฐุฑ ) = Berhati-hatilah
๐ŸŒธ Laa tansa' ( ู„ุง ุชู†ุณู‰ٰ ) = Jangan lupa
๐ŸŒธ Samiin ( ุณู…ูŠู† ) = Gemuk

๐ŸŒธ Nahiifun ( ู†ุญูŠู ) = Kurus
๐ŸŒธ Tawiilun ( ุทูˆูŠู„ ) = Panjang
๐ŸŒธ Qasirun ( ู‚ุตูŠุฑ ) = Pendek

๐ŸŒธ Khofiidhun ( ุฎููŠุถ ) = Rendah
๐ŸŒธ Yaum ( ูŠูˆู… ) = Hari
๐ŸŒธ Usbu' ( ุฃุณุจูˆุน ) = Minggu
๐ŸŒธ Syahr ( ุดู‡ุฑ ) = Bulan
๐ŸŒธ Sanah ( ุณู†ุฉ ) = Tahun

.
.
⏹ Ucapan dalam bahasa arab

๐ŸŒป Masaaul khair ( ู…ุณุงุกุงู„ุฎูŠุฑ ) = Selamat sore
๐ŸŒป Masaaun nuur ( ู…ุณุงุกุงู„ู†ูˆุฑ ) = Ucapan balasan selamat sore
๐ŸŒป Lailatu sa'idah ( ู„ูŠู„ุฉ ุณุนูŠุฏุฉ ) = Selamat malam

๐ŸŒป Sobaahul khair ( ุตุจุงุญ ุงู„ุฎูŠุฑ ) = Selamat pagi
๐ŸŒป Sobaahunnur ( ุตุจุงุญ ุงู„ู†ูˆุฑ ) = Ucapan balasan selamat pagi
๐ŸŒป Naharun sa'idah ( ู†ู‡ุงุฑ ุณุนูŠุฏุฉ ) = Selamat siang

๐ŸŒป Bitaufiiq wannajaah ( ุจุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุงู„ู†ุฌุงุญ ) = Semoga berjaya
๐ŸŒป Salam ukhuwah ( ุณู„ุงู… ุงุฎูˆุฉ ) = Salam persaudaraan
๐ŸŒป Jazakallahu khairan ( ุฌุฒุงูƒ ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุง ) = Semoga Allah membalasmu (laki-laki) dengan kebaikan

๐ŸŒป Azzhomallahu ajrak ( ุนุธّู… ุงู„ู„ู‡ ุฃุฌุฑูƒ ) = Semoga Allah memberimu pahala yang besar
๐ŸŒป Uhibbuki ( ุฃุญุจูƒِ ) = Saya sayang kamu (perempuan)
๐ŸŒป Uhibbuka ( ุฃุญุจูƒَ ) = Saya sayang kamu (laki-laki)

.
.
⏹ Ganti nama/personal pronouns
๐Ÿ‘Œ Anaa ( ุฃู†ุง ) = Aku / Saya
๐Ÿ‘Œ Anta ( ุฃู†ุชَ ) = Kamu (laki-laki)
๐Ÿ‘Œ Anti ( ุฃู†ุชِ ) = Kamu (perempuan)

๐Ÿ‘Œ Huwa ( ู‡ُูˆَ ) = Dia (laki-laki/seorang)
๐Ÿ‘Œ Hiya ( ู‡ِูŠَ ) = Dia (perempuan/seorang)
๐Ÿ‘Œ Huma ( ู‡ู…ุงَ ) = Dia (laki-laki / perempuan = 2orang)

๐Ÿ‘Œ Hum ( ู‡ُู…ْ ) = Dia (laki-laki = 3org+)
๐Ÿ‘Œ Hunna ( ู‡ู†َّ ) = Dia (perempuan = 3org+)
๐Ÿ‘Œ Nahnu ( ู†ุญู†ُ ) = Kami

๐Ÿ‘Œ Antum ( ุฃู†ุชู… ) = Kalian (ramai)
๐Ÿ‘Œ Jamiilah ( ุฌู…ูŠู„ุฉ ) = Cantik
๐Ÿ‘Œ Qabihah ( ู‚ุจูŠุญุฉ ) = Jelek

๐Ÿ‘Œ Nadziifun ( ู†ุธูŠู ) = Bersih
๐Ÿ‘Œ Kaslaan ( ูƒุณู„ุงู† ) = Malas
๐Ÿ‘Œ Ata'allamu ( ุฃุชุนู„ู… ) = Saya belajar

๐Ÿ‘Œ A'kuluu ( ุฃุงูƒู„ ) = Saya makan
๐Ÿ‘Œ Asyrobu ( ุฃุดุฑุจ ) = Saya minum
๐Ÿ‘Œ Aqro u ( ุฃู‚ุฑุง ) = Saya membaca

๐Ÿ‘Œ Aktubu ( ุฃูƒุชุจ ) = Saya menulis
๐Ÿ‘Œ Atakallamu ( ุฃุชูƒู„ู… ) = Saya berbicara
๐Ÿ‘Œ Amsiku ( ุฃู…ุณูƒ ) = Saya memegang

๐Ÿ‘Œ A'malu ( ุฃุนู…ู„ ) = Saya mengerjakan
๐Ÿ‘Œ Albasu ( ุฃู„ุจุณ ) = Saya memakai pakaian
๐Ÿ‘Œ Toriiqon ( ุทุฑูŠู‚ ) = Jalan

๐Ÿ‘Œ Baytun ( ุจูŠุช ) = Rumah
๐Ÿ‘Œ Mirsamun ( ู…ِุฑุณู… ) = Pensil
๐Ÿ‘Œ Qolamun ( ู‚ู„ู… ) = Pulpen

๐Ÿ‘Œ Mimsahatun ( ู…ู…ุณุญุฉ ) = Penghapus
๐Ÿ‘Œ Mishbaahun ( ู…ุตุจุงุญ ) = Lampu
๐Ÿ‘Œ Sabbuurotun ( ุณุจูˆุฑุฉ ) = Papan tulis

๐Ÿ‘Œ Kaifahaluka? ( ูƒูŠู ุญุงู„ูƒَ ) = Apa kabar? (Laki-Laki)
๐Ÿ‘Œ Kaifahaluki? ( ูƒูŠู ุญุงู„ูƒِ ) = Apa kabar? (Perempuan)
๐Ÿ‘Œ Askunu fi.. ( ..ุฃุณูƒู† ููŠ ) = Saya tinggal di..

๐Ÿ‘Œ 'Umri ( ุนู…ุฑูŠ ) = Umur saya
๐Ÿ‘Œ Masmuki? ( ู…ุง ุงุณู…ูƒِ ) = Siapa namamu? (Perempuan)
๐Ÿ‘Œ Masmuka? ( ู…ุง ุงุณู…ูƒَ ) = Siapa namamu? (Laki-Laki)

๐Ÿ‘Œ Ana tilmiidzatun ( ุงู†ุง ุชู„ู…ูŠุฐุฉ ) = Saya seorang murid (Perempuan)
๐Ÿ‘Œ Ana tilmiidzun ( ุงู†ุง ุชู„ู…ูŠุฐ ) = Saya seorang murid (Laki-Laki)
๐Ÿ‘Œ Ahlam Sa'iidah ( ุงุญู„ุงู… ุณุนูŠุฏุฉ ) = Semoga mimpi indah

๐Ÿ‘Œ Syafakallah ( ุดูุงูƒ ุงู„ู„ู‡ ) = Semoga Allah menyembuhkan kamu (Laki-Laki)
๐Ÿ‘Œ Syafakillah (ุดูุงูƒِ ุงู„ู„ู‡) = Semoga Allah menyembuhkan kamu (Perempuan)

๐ŸŒน Ukhwahfillah ( ุงุฎูˆุฉ ููŠ ุงู„ู„ู‡ ) = Persahabatan karena Allah
๐ŸŒน Ukhti ( ุงุฎุช ) = Kakak (Perempuan)
๐ŸŒน Akhi ( ุฃุฎ ) = Kakak (Laki-Laki)

๐ŸŒน Zaujy ( ุฒูˆุฌ ) = Suami (Pasangan L)
๐ŸŒน Zaujah ( ุฒูˆุฌุฉ ) = Istri (Pasangan P)
๐ŸŒน Asiff Jiddan ( ุขุณู ุฌุฏุงً ) = Beribu maaf

๐ŸŒน Ukhwahfillah Abadan Abada ( ุงุฎูˆุฉ ููŠ ุงู„ู„ู‡ ุฃุจุฏุงً ุงุจุฏุง ) = Persaudaraan/Persahabatan karena Allah selama-lamanya
๐ŸŒน Fa'idza 'Azamta fatawakkal 'alallah ( ูุฅุฐุง ุนุฒู…ุช ูุชูˆูƒู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ) = Setelah kamu berazam maka bertawakallah kpda Allah
๐ŸŒน Inni Akhaafullah (ุฅู†ูŠ ุฃุฎุงู ุงู„ู„ู‡) = Sesungguhnya aku takut kpda Allah

๐ŸŒน Maafi Qalbi Ghairullah ( ู…ุงููŠ ู‚ู„ุจูŠ ุบูŠุฑ ุงู„ู„ู‡ ) = Tiada di hatiku selain Allah
๐ŸŒน Lau Samatha ( ู„َูˆ ุณู…ุญุชَ ) = Maafkan Saya
๐ŸŒน Naltaqi Ghadan ( ู†ู„ุชู‚ูŠ ุบุฏุงً ) = Kita jumpa besok

๐ŸŒน Illalliqa' ( ุงู„ู‰ ุงู„ู„ู‚ุงุก ) = Sampai berjumpa kembali
๐ŸŒน Tafadhdhol (ุชูุถู„ ) = Silakan
๐ŸŒน La Aadri/ la 'a'rif ( ู„ุง ุฃุฏุฑูŠ ) = Saya tak tahu

๐ŸŒน Maa fii Musykilah ( ู…ุงููŠ ู…ุดูƒู„ุฉ ) = Tiada masalah
๐ŸŒน Jazakallahu khairan khatsiiran ( ุฌุฒุงูƒَ ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุงً ูƒุซูŠุฑุงً ) = Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan (Laki-Laki)
๐ŸŒน Jazakillahu khairan khatsiiran ( ุฌุฒุงูƒِ ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุงً ูƒุซูŠุฑุงً ) = Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan (Perempuan)

๐ŸŒน Jazakumullahu khairan khatsiiran ( ุฌุฒุงูƒู…ُ ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุงً ูƒุซูŠุฑุงً ) = Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan (L & P)
๐ŸŒน Wa iyyaka ( ูˆุฅูŠุงูƒ) = Dan untukmu jua (Laki-Laki) *balasan u/ ucapan jzkllah
๐ŸŒน Wa iyyaki ( ูˆุฅูŠุงูƒِ ) = Dan untukmu jua (Perempuan) *balasan u/ ucapan jzkllah

๐ŸŒน Allahu khairul jaza' ( ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑ ุงู„ุฌุฒุงุก ) = Allah adalah Sebaik-baik Pemberi balasan
๐ŸŒน Fahimtum? ( ูู‡ู…ุชู… ) = Apakah kalian faham?
๐ŸŒน Fahimna ( ูู‡ู…ู†ุง ) = Kami telah faham

๐ŸŒน Ijhad wala taksal ( ุงุฌู‡ุฏْ ูˆู„ุง ุชูƒุณู„ْ ) = Bersungguh2 dan janganlah kamu malas
๐ŸŒน La Tahzan Innallaha Ma'anaa ( ู„ุง ุชุญุฒู†ْ ุงู†ุง ุงู„ู„ู‡ ู…ุนู†ุง ) = Jgnlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita
๐ŸŒน Kafaa Bilmauti waa'izhan ( ูƒูู‰ ุจุงู„ู…ูˆุช ูˆุงุนุธุงً ) = Cukuplah kmatian itu mjadi peringatan

๐ŸŒน Bi idznillah ( ุจุฅุฐู† ุงู„ู„ู‡ ) = Dengan izin Allah
๐ŸŒน In syaa Allah kullu khoiir , Aamiin ( ุฅู† ุดุงุก ุงู„ู„ู‡ ูƒู„ ุฎูŠุฑ. ุขู…ูŠู† ) = Atas izin Allah semuanya baik , Aamiin
๐ŸŒน Barakallahu Fiik ( ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒ ) = Semoga Allah memberkahi kamu

๐ŸŒน Na'am ( ู†ุนู… ) = Ya
๐ŸŒน Yallah bi sur'ah ( ูŠุงู„ู„ู‡ ุจุณุฑุนุฉ ) = Mari2 cepat (lekas2)
๐ŸŒน Ismahli ya ustadz/ustadzah ( ุงุณู…ุญู„ูŠ ูŠุง ุฃุณุชุงุฐ/ุฃุณุชุงุฐุฉ ) = Permisi wahai ustadz/ustadzah

๐ŸŒน Uridu an azhaba ila dauratul miyah ( ุฃุฑูŠุฏ ุฃู† ุฃุฐู‡ุจ ุงู„ู‰ ุฏูˆุฑุฉ ุงู„ู…ูŠุงุฉ ) = Saya ingin ke kamar mandi
๐ŸŒน Anaa aidhon ( ุฃู†ุง ุฃูŠุถุงً) = Saya juga

.
.
.

Alhamdulillah.. Selesai๐ŸŒธ
Semoga bermanfa'at dan bisa di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yaa akhi wa ukhti
Semoga bermanfaat

Jumat, 30 Maret 2018

Sama

Ada kata2 menarik dari group sebelah :
*Layak dibaca dan direnungkan dgn secangkir EXPRESSO tanpa ampas kehidupan.*
*KETIKA SEMUANYA BERAKHIR "SAMA"*

■SAAT USIA *40* TH 
PENDIDIKAN TINGGI DAN PENDIDIKAN RENDAH , SAMA SAJA. 
(beberapa orang yg pendidikan tak tinggi dan tak terlalu berprestasi justru punya lebih byk uang)๐Ÿ˜‰

■SAAT USIA *50*
CANTIK DAN JELEK sama ( tak peduli seberapa cantiknya kamu dulu, di usia ini, kerutan, darkspot, kulit kendur, gak bisa terus kamu sembunyikan dengan segala macam alat riasanmu...๐Ÿ™‚

■SAAT USIA *60*
POSISI TINGGI DAN POSISI RENDAH SAMA. 
(Setelah semua pensiun, tak perlu lagi menghindari atasanmu)

■SAAT USIA *70* 
RUMAH BESAR DAN RUMAH KECIL SAMA,.(Tulang sendi lutut dan kakimu semakin tua, sulit untuk bisa bergerak, sekarang kamu cuma butuh ruang kecil untuk bisa duduk)๐Ÿ˜™

■SAAT USIA *80*
PUNYA UANG DAN TIDAK PUNYA UANG SAMA 
(saat itu uangmu tak lagi bisa membeli steak yg lezat, gulai rendang dll karena tubuhmu tak bisa dimasuki lagi byk makanan, lidahmu sudah tak punya rasa. 
dan kamu tak bisa lagi ketempat dimana kamu bisa menghabiskan uangmu.๐Ÿคจ

■SAAT USIA *90*
TIDUR DAN BANGUN SAMA (karena setelah bangun kamu tetap tidak tau apa yg akan kamu lakukan)๐Ÿ˜

■SAAT *AJALMU TIBA*
KAYA DAN MISKIN SAMA
kamu hanya akan  dimasukkan kedalam tanah yang ukurannya sama, orang² akan menangisi kamu kemudian melupakanmu karena mereka sudah dipenuhi persoalan hidupnya.๐Ÿ˜ช

*Oleh karena itu, semasa hidup jangan terlalu tinggi hati atas apa yg kita MILIKI, karena kita akan berakhir SAMA.*
*JANGAN terlalu keras mencari PENGARUH dan MATERI karena PADA akhirnya kamu tak memiliki APA2...*

*JADI BERAMAL N IKHLAS DLM HIDUP INI BERSAMA TEMAN² DAN KELUARGA TERCINTA*.


๐ŸŒž...๐Ÿค—...๐Ÿ™‹๐Ÿป♂...๐Ÿ–๐Ÿ˜ƒ

Alhamdulilah

Coba sempat kan membaca.... 
Ini sangat menginspirasi 

Nasehat Bpknya Najwa buat anaknya...

Tulisan Prof. Quraish Shihab, yang bagus sekali :

"Keberuntungan" kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal. 
Karena itulah takdir mereka.

Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu
Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan
Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat
Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak itu adalah kebaikan dalam hidupmu.
Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu, karena Allah Maha Mengetahui Sedangkan engkau tidak mengetahui.

Sebab itu, jangan engkau merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena semuanya sudah atas izin Allah

Jangan banyak mengeluh karena hanya akan menambah kegelisahan.
Perbanyaklah bersyukur, Alhamdulillah, itu yang akan mendatangkan kebahagiaan.
Terus ucap Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera.
Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu. Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah.
Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Allah yang membuatmu bahagia.

Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian. Tapi kawanan domba selalu bergerombol.
Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu.
Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri yang jauh dari mereka.

Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu akan tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.

Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan.
Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa "rumus kegagalan adalah sikap asal semua orang".

Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.

Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.
Berlapang dadalah, maafkanlah, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya akan berpulang kepadaNya.

Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud.
Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.
Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi.
Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, Tuhan YME, karena Dialah yang menentukan segala nya... Aamiin ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡

Kamis, 29 Maret 2018

Istri

Istri - Istri Akhir Zaman

“Inilah yang terjadi pada istri-istri pada akhir zaman ini.

๐Ÿ“š Ketika mereka berada dirumahnya :
•Dihadapan suaminya mereka berpakaian seadanya
•Rambut acak-acakan dan aroma badannya pun
dibiarkan tak sedap
•Kalo bicara dengan suara keras dan tinggi.

๐Ÿ“– Tetapi ketika keluar dari rumahnya :
•Didepan khalayak ramai bahkan didepan laki-laki lain
mereka memakai pakaian-pakaian yang bagus
•Berdandan cantik dan memakai parfum
•Kalo bicara dengan suara yang dilemah lembutkan.
•Mereka bebas keluar dari rumahnya tanpa ada
keberanian dari sang suami untuk menegur tetapi
kebalikanya ketika suami terlambat pulang sedikit saja
langsung dibentak dan dinterogasi.

Wahai saudariku…
Inilah kenyataan yang terjadi pada rumah tangga kaum muslimin. Dimana yang memegang kendali dalam rumah tangga adalah ISTRI. Bahkan terkadang suaminya adalah seorang yang abid (Ahli 'Ibadah), tapi dia telah membiarkan istrinya durhaka terhadapnya dengan tidak memberikan pendidikan terhadap istri-istrinya.
Dalam hadits Nabi Rasullullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :
“Sebaik-baik istri yaitu yang menyenangkanmu ketika kamu lihat, taat kepadamu ketika kamu suruh, menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi.“
(HR.Thabarani)

Siapakah wanita yang paling baik…?
Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.”
(HR. An-Nasai dan Ahmad)

Abdullah bin Abbas radhiallahuanhu,berkata :
“Sesungguhnya aku selalu berhias untuk istriku seperti berhiasnya dirinya untukku.”

ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammadin Wa ‘Ala Ali Sayyidina Muhammad.

_*KEUTAMAAN_WANITA*_

1. Doa seorang isteri yg taat memiliki kekuatan 70 wali

2. Isteri yg membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3x khatam Qur'an.

3. Masakan isteri yg dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do'a suami yg memakan masakannya menjadi do'a yg diijabah.

4. Isteri yg membangunkan suami untuk sholat atau mengingatkan sholat berjamaah di masjid pahalanya 27+1

5. Isteri yg kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70x haji mabrur

6. Seorang ibu yg menyusui setiap tetes susunya senilai 200x sholat khusyu dan doanya di ijabah' (fadilah wanita)

7. Burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama Isteri dalam keridhoan suami.

8. Bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad.

9. Bila seorang wanita hamil sholatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat sholat wanita yg tidak hamil.

10. Bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun sholat dan 70 tahun puasa.

11. Wanita yg mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat.

12. Wanita yg menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA wajib bagi nya".

13. Apabila sorang wanita kedatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa2nya.

14. Apabila ia membaca pada hari pertama keluar haid :
ุงู„ุญู…ุฏู„ِู„ّٰู‡ِ ุนู„ู‰ ูƒู„ ุญุงู„ ูˆุฃุณุชุบูุฑ ๏ทฒ ู…ู† ูƒู„ ุฐู†ุจ
 "Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zanbi" Maka Allah Swt akan membebaskannya dr jahanam, shirat & adzab.

15. Setiap hari dari haidnya, Allah tinggikan dia dgn pahala 40 orang mati syahid apabila ia berdzikir.

SUBHANALLAAH... betapa sayangnya Allah SWT terhadap kaum wanita.

Dan semoga kita mendapat pasangan hidup yang soleh dan solehah #Amin_Yaa_Robbal_Aalamin

Jika ada orang yang menerima dan mengamalkannya,mengajarkan pada orang lain, anda akan menimba pahala sebagai ilmu yang bermanfaat.

ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุจุงุฑูƒ ูˆุณู„ู….

Semoga mendapatkan istri solihah semua sahabat.
Dan yg perempuan bisa menjadi wanita yg solihah dan istri yg baik buat suaminya.

Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,
1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..

Saya doakan yg Membagikan  & komen ''aamiin'' status ini jadi orang sukses dunia akhirat.. Aamiin...

Boleh di SHARE sebanyak mungkin!!

Sabtu, 24 Maret 2018

Sehat yakin niat

Allahu Akbar...gak jenuh bacanya...
Kami sedang antri periksa kesehatan. Dokter yang kami kunjungi ini termasuk dokter sepuh –berusia sekitar tujuh puluhan- spesialis penyakit...
“Silakan duduk,” sambut dr.Paulus.
Aku duduk di depan meja kerjanya, mengamati pria sepuh berkacamata ini yang sedang sibuk menulis identitasku di kartu pasien.

“Apa yang dirasakan, Mas?”

Aku pun bercerita tentang apa yang kualami sejak 2013 hingga saat ini. Mulai dari awal merasakan sakit maag, peristiwa-peristiwa kram perut, ambruk berkali-kali, gejala dan vonis tipes, pengalaman opnam dan endoskopi, derita GERD, hingga tentang radang duodenum dan praktek tata pola makan Food Combining yang kulakoni.

“Kalau kram perutnya sudah enggak pernah lagi, Pak,” ungkapku, “Tapi sensasi panas di dada ini masih kerasa, panik juga cemas, mules, mual. Kalau telat makan, maag saya kambuh. Apalagi setelah beberapa bulan tata pola makan saya amburadul lagi.”

“Tapi buat puasa kuat ya?”

“Kuat, Pak.”

“Orang kalau kuat puasa, harusnya nggak bisa kena maag!”

Aku terbengong, menunggu penjelasan.

“Asam lambung itu,” terang Pak Paulus, “Diaktifkan oleh instruksi otak kita. Kalau otak kita bisa mengendalikan persepsi, maka asam lambung itu akan nurut sendiri. Dan itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang puasa.”

“Maksudnya, Pak?”

“Orang puasa ‘kan malamnya wajib niat to?”

“Njih, Pak.”

“Nah, niat itulah yang kemudian menjadi kontrol otak atas asam lambung. Ketika situ sudah bertekad kuat besok mau puasa, besok nggak makan sejak subuh sampai maghrib, itu membuat otak menginstruksikan kepada fisik biar kuat, asam lambung pun terkendali. Ya kalau sensasi lapar memang ada, namanya juga puasa. Tapi asam lambung tidak akan naik, apalagi sampai parah. Itu syaratnya kalau situ memang malamnya sudah niat mantap. Kalau cuma di mulut bilang mau puasa tapi hatinya nggak mantap, ya tetap nggak kuat. Makanya niat itu jadi kewajiban, ‘kan?”

“Iya, ya, Pak,” aku manggut-manggut nyengir.

“Manusia itu, Mas, secara ilmiah memang punya tenaga cadangan hingga enam puluh hari. Maksudnya, kalau orang sehat itu bisa tetap bertahan hidup tanpa makan dalam keadaan sadar selama dua bulan. Misalnya puasa dan buka-sahurnya cuma minum sedikit. Itu kuat. Asalkan tekadnya juga kuat.”

Aku melongo lagi.

“Makanya, dahulu raja-raja Jawa itu sebelum jadi raja, mereka tirakat dulu. Misalnya puasa empat puluh hari. Bukanya cuma minum air kali. Itu jaman dulu ya, waktu kalinya masih bersih. Hahaha,” ia tertawa ringan, menambah rona wajahnya yang memang kelihatan masih segar meski keriput penanda usia.

Kemudian ia mengambil sejilid buku di rak sebelah kanan meja kerjanya. Ya, ruang praktek dokter dengan rak buku. Keren sekali. Aku lupa judul dan penulisnya. Ia langsung membuka satu halaman dan menunjukiku beberapa baris kalimat yang sudah distabilo hijau.

“Coba baca, Mas: ‘mengatakan adalah mengundang, memikirkan adalah mengundang, meyakini adalah mengundang’. Jadi kalau situ memikirkan; ‘ah, kalau telat makan nanti asam lambung saya naik’, apalagi berulang-ulang mengatakan dan meyakininya, ya situ berarti mengundang penyakit itu. Maka benar kata orang-orang itu bahwa perkataan bisa jadi doa. Nabi Musa itu, kalau kerasa sakit, langsung mensugesti diri; ah sembuh. Ya sembuh. Orang-orang debus itu nggak merasa sakit saat diiris-iris kan karena sudah bisa mengendalikan pikirannya. Einstein yang nemuin bom atom itu konon cuma lima persen pendayagunaan otaknya. Jadi potensi otak itu luar biasa,” papar Pak Paulus.

“Jadi kalau jadwal makan sembarangan berarti sebenarnya nggak apa-apa ya, Pak?”

“Nah, itu lain lagi. Makan harus tetap teratur, ajeg, konsisten. Itu agar menjaga aktivitas asam lambung juga. Misalnya situ makan tiga kali sehari, maka jarak antara sarapan dan makan siang buatla sama dengan jarak antara makan siang dan makan malam. Misalnya, sarapan jam enam pagi, makan siang jam dua belas siang, makan malam jam enam petang. Kalau siang, misalnya jam sebelas situ rasanya nggak sempat makan siang jam dua belas, ya niatkan saja puasa sampai sore. Jangan mengundur makan siang ke jam dua misalnya, ganti aja dengan minum air putih yang banyak. Dengan pola yang teratur, maka organ di dalam tubuh pun kerjanya teratur. Nah, pola teratur itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang yang puasa dengan waktu buka dan sahurnya.”

“Ooo, gitu ya Pak,” sahutku baru menyadari.

“Tapi ya itu tadi. Yang lebih penting adalah pikiran situ, yakin nggak apa-apa, yakin sembuh. Allah sudah menciptakan tubu kita untuk menyembuhkan diri sendiri, ada mekanismenya, ada enzim yang bekerja di dalam tubuh untuk penyembuhan diri. Dan itu bisa diaktifkan secara optimal kalau pikiran kita optimis. Kalau situ cemas, takut, kuatir, justru imunitas situ turun dan rentan sakit juga.”

Pak Paulus mengambil beberapa jilid buku lagi, tentang ‘enzim kebahagiaan’ endorphin, tentang enzim peremajaan, dan beberapa tema psiko-medis lain tulisan dokter-dokter Jepang dan Mesir.

“Situ juga berkali-kali divonis tipes ya?”

“Iya, Pak.”

“Itu salah kaprah.”

“Maksudnya?”

“Sekali orang kena bakteri thypoid penyebab tipes, maka antibodi terhadap bakteri itu bisa bertahan dua tahun. Sehingga selama dua tahun itu mestinya orang tersebut nggak kena tipes lagi. Bagi orang yang fisiknya kuat, bisa sampai lima tahun. Walaupun memang dalam tes widal hasilnya positif, tapi itu bukan tipes. Jadi selama ini banyak yang salah kaprah, setahun sampai tipes dua kali, apalagi sampai opnam. Itu biar rumah sakitnya penuh saja. Kemungkinan hanya demam biasa.”

“Haah?”

“Iya Mas. Kalaupun tipes, nggak perlu dirawat di rumah sakit sebenarnya. Asalkan dia masih bisa minum, cukup istirahat di rumah dan minum obat tipes. Sembuh sudah. Dulu, pernah di RS Sardjito, saya anjurkan agar belasan pasien tipes yang nggak mampu, nggak punya asuransi, rawat jalan saja. Yang penting tetep konsumsi obat dari saya, minum yang banyak, dan tiap hari harus cek ke rumah sakit, biayanya gratis. Mereka nurut. Itu dalam waktu maksimal empat hari sudah pada sembuh. Sedangkan pasien yang dirawat inap, minimal baru bisa pulang setelah satu minggu, itupun masih lemas.”

“Tapi ‘kan pasien harus bedrest, Pak?”

“Ya ‘kan bisa di rumah.”

“Tapi kalau nggak pakai infus ‘kan lemes terus Pak?”

“Nah situ nggak yakin sih. Saya yakinkan pasien bahwa mereka bisa sembuh. Asalkan mau nurut dan berusaha seperti yang saya sarankan itu. Lagi-lagi saya bilang, kekuatan keyakinan itu luar biasa lho, Mas.”

Dahiku berkernyit. Menunggu lanjutan cerita.

“Dulu,” lanjut Pak Paulus, “Ada seorang wanita kena kanker payudara. Sebelah kanannya diangkat, dioperasi di Sardjito.
Nggak lama, ternyata payudara kirinya kena juga. Karena nggak segera lapor dan dapat penanganan, kankernya merembet ke paru-paru dan jantung. Medis di Sardjito angkat tangan.

Dia divonis punya harapan hidup maksimal hanya empat bulan.”

“Lalu, Pak?” tanyaku antusias.

“Lalu dia kesini ketemu saya. Bukan minta obat atau apa.
Dia cuma nanya; ‘Pak Paulus, saya sudah divonis maksimal empat bulan.

Kira-kira bisa nggak kalau diundur jadi enam bulan?’

Saya heran saat itu, saya tanya kenapa.

Dia bilang bahwa enam bulan lagi anak bungsunya mau nikah, jadi pengen ‘menangi’ momen itu.”

“Waah.. Lalu, Pak?”

“Ya saya jelaskan apa adanya. Bahwa vonis medis itu nggak seratus persen, walaupun prosentasenya sampai sembilan puluh sembilan persen,
tetap masih ada satu persen berupa kepasrahan kepada Tuhan yang bisa mengalahkan vonis medis sekalipun.
Maka saya bilang; sudah Bu, situ nggak usah mikir bakal mati empat bulan lagi.
Justru situ harus siap mental, bahwa hari ini atau besok situ siap mati.
Kapanpun mati, siap!
Begitu, situ pasrah kepada Tuhan, siap menghadap Tuhan kapanpun. Tapi harus tetap berusaha bertahan hidup.”

Aku tambah melongo. Tak menyangka ada nasehat macam itu.
Kukira ia akan memotivasi si ibu agar semangat untuk sembuh, malah disuruh siap mati kapanpun.
O iya, mules mual dan berbagai sensasi ketidaknyamanansudah tak kurasakan lagi.

“Dia mau nurut. Untuk menyiapkan mental siap mati kapanpun itu dia butuh waktu satu bulan.
Dia bilang sudah mantap, pasrah kepada Tuhan bahwa dia siap.
Dia nggak lagi mengkhawatirkan penyakit itu, sudah sangat enjoy.
Nah, saat itu saya cuma kasih satu macam obat. Itupun hanya obat anti mual biar dia tetap bisa makan dan punya energi untuk melawan kankernya.

Setelah hampir empat bulan, dia check-up lagi ke Sardjito dan di sana dokter yang meriksa geleng-geleng. Kankernya sudah berangsur-angsur hilang!”

“Orangnya masih hidup, Pak?”

“Masih. Dan itu kejadian empat belas tahun lalu.”

“Wah, wah, wah..”

“Kejadian itu juga yang menjadikan saya yakin ketika operasi jantung dulu.”

“Lhoh, njenengan pernah Pak?”

“Iya.
Dulu saya operasi bedah jantung di Jakarta. Pembuluhnya sudah rusak. Saya ditawari pasang ring.

Saya nggak mau. Akhirnya diambillah pembuluh dari kaki untuk dipasang di jantung.

Saat itu saya yakin betul sembuh cepat. Maka dalam waktu empat hari pasca operasi, saya sudah balik ke Jogja, bahkan dari bandara ke sini saya nyetir sendiri.
Padahal umumnya minimal dua minggu baru bisa pulang.
Orang yang masuk operasi yang sama bareng saya baru bisa pulang setelah dua bulan.”

Pak Paulus mengisahkan pengalamannya ini dengan mata berbinar. Semangatnya meluap-luap hingga menular ke pasiennya ini. Jujur saja, penjelasan yang ia paparkan meningkatkan harapan sembuhku dengan begitu drastis.

Persis ketika dua tahun lalu pada saat ngobrol dengan Bu Anung tentang pola makan dan kesehatan. Semangat menjadi kembali segar!

“Tapi ya nggak cuma pasrah terus nggak mau usaha.
Saya juga punya kenalan dokter,” lanjutnya,
“Dulu tugas di Bethesda, aslinya Jakarta, lalu pindah mukim di Tennessee, Amerika.

Di sana dia kena kanker stadium empat. Setelah divonis mati dua bulan lagi, dia akhirnya pasrah dan pasang mental siap mati kapanpun.

Hingga suatu hari dia jalan-jalan ke perpustakaan, dia baca-baca buku tentang Afrika.
Lalu muncul rasa penasaran, kira-kira gimana kasus kanker di Afrika.
Dia cari-cari referensi tentang itu, nggak ketemu. Akhirnya dia hubungi kawannya, seorang dokter di Afrika Tengah.

Kawannya itu nggak bisa jawab.
Lalu dihubungkan langsung ke kementerian kesehatan sana. Dari kementerian, dia dapat jawaban mengherankan, bahwa di sana nggak ada kasus kanker.
Nah dia pun kaget, tambah penasaran.”

Pak Paulus jeda sejenak. Aku masih menatapnya penuh penasaran juga, “Lanjut, Pak,” benakku.

“Beberapa hari kemudian dia berangkat ke Afrika Tengah.
Di sana dia meneliti kebiasaan hidup orang-orang pribumi. Apa yang dia temukan?
Orang-orang di sana makannya sangat sehat.
Yaitu sayur-sayuran mentah, dilalap, nggak dimasak kayak kita.

Sepiring porsi makan itu tiga perempatnya sayuran, sisanya yang seperempat untuk menu karbohidrat. Selain itu, sayur yang dimakan ditanam dengan media yang organik. Pupuknya organik pake kotoran hewan dan sisa-sisa tumbuhan.

Jadi ya betul-betul sehat.
Nggak kayak kita, sudah pupuknya pakai yang berbahaya, eh pakai dimasak pula. Serba salah kita.

Bahkan beras merah dan hitam yang sehat-sehat itu, kita nggak mau makan.
Malah kita jadikan pakan burung, ya jadinya burung itu yang sehat, kitanya sakit-sakitan.”

Keterangan ini mengingatkanku pada obrolan dengan Bu Anung tentang sayur mayur, menu makanan serasi, hingga beras sehat. Pas sekali.

“Nah dia yang awalnya hanya ingin tahu, akhirnya ikut-ikutan.

Dia tinggal di sana selama tiga mingguan dan menalani pola makan seperti orang-orang Afrika itu.”

“Hasilnya, Pak?”

“Setelah tiga minggu, dia kembali ke Tennessee.

Dia mulai menanam sayur mayur di lahan sempit dengan cara alami.
Lalu beberapa bulan kemudian dia check-up medis lagi untuk periksa kankernya,”

“Sembuh, Pak?”

“Ya! Pemeriksaan menunjukkan kankernya hilang.
Kondisi fisiknya berangsur-angsur membaik. Ini buki bahwa keyakinan yang kuat, kepasrahan kepada Tuhan, itu energi yang luar biasa.

Apalagi ditambah dengan usaha yang logis dan sesuai dengan fitrah tubuh.

Makanya situ nggak usah cemas, nggak usah takut..”

Takjub, tentu saja.

Pada momen ini Pak Paulus menghujaniku dengan pengalaman-pengalamannya di dunia kedokteran, tentang kisah-kisah para pasien yang punya optimisme dan pasien yang pesimis.

Aku jadi teringat kisah serupa yang menimpa alumni Madrasah Huffadh Al-Munawwir, pesantren tempatku belajar saat ini.

Singkatnya, santri ini mengidap tumor ganas yang bisa berpindah-pindah benjolannya.

Ia divonis dokter hanya mampu bertahan hidup dua bulan. Terkejut atas vonis ini, ia misuh-misuh di depan dokter saat itu.
Namun pada akhirnya ia mampu menerima kenyataan itu.

Ia pun bertekad menyongsong maut dengan percaya diri dan ibadah. Ia sowan ke Romo Kiai, menyampaikan maksudnya itu.

Kemudian oleh Romo Kiai, santri ini diijazahi (diberi rekomendasi amalan)
Riyadhoh Qur’an, yakni amalan membaca Al-Quran tanpa henti selama empat puluh hari penuh, kecuali untuk memenuhi hajat dan kewajiban primer.

Riyadhoh pun dimulai. Ia lalui hari-hari dengan membaca Al-Quran tanpa henti.

Persis di pojokan aula Madrasah Huffadh yang sekarang. Karena merasa begitu dingin, ia jadikan karpet sebagai selimut.

Hari ke tiga puluh, ia sering muntah-muntah, keringatnya pun sudah begitu bau.

Bacin, mirip bangkai tikus,kenang narasumber yang menceritakan kisah ini padaku. Hari ke tiga puluh lima, tubuhnya sudah nampak lebih segar, dan ajaibnya; benjolan tumornya sudah hilang.

Selepas rampung riyadhoh empat puluh hari itu, dia kembali periksa ke rumah sakit di mana ia divonis mati.

Pihak rumah sakit pun heran.
Penyakit pemuda itu sudah hilang, bersih, dan menunjukkan kondisi vital yang sangat sehat!

Aku pribadi sangat percaya bahwa gelombang yang diciptakan oleh ritual ibadah bisa mewujudkan energi positif bagi fisik.

Khususnya energi penyembuhan bagi mereka yang sakit.

Memang tidak mudah untuk sampai ke frekuensi itu, namun harus sering dilatih. Hal ini diiyakan oleh Pak Paulus.

“Untuk melatih pikiran biar bisa tenang itu cukup dengan pernapasan.

Situ tarik napas lewat hidung dalam-dalam selama lima detik, kemudian tahan selama tiga detik. Lalu hembuskan lewat mulut sampai tuntas. Lakukan tujuh kali setiap sebelum Shubuh dan sebelum Maghrib.

Itu sangat efektif. Kalau orang pencak, ditahannya bisa sampai tuuh detik.
Tapi kalau untuk kesehatan ya cukup tiga detik saja.”

Nah, anjuran yang ini sudah kupraktekkan sejak lama. Meskipun dengan tata laksana yang sedikit berbeda.

Terutama untuk mengatasi insomnia. Memang ampuh. Yakni metode empat-tujuh-delapan.

Ketika merasa susah tidur alias insomnia, itu pengaruh pikiran yang masih terganggu berbagai hal.

Maka pikiran perlu ditenangkan, yakni dengan pernapasan.
Tak perlu obat, bius, atau sejenisnya, murah meriah.

Pertama, tarik napas lewat hidung sampai detik ke empat, lalu tahan sampai detik ke tujuh, lalu hembuskan lewat mulut pada detik ke delapan. Ulangi sebanyak empat sampai lima kali.

Memang iya mata kita tidak langsung terpejam ngantuk, tapi pikiran menadi rileks dan beberapa menit kemudian tanpa terasa kita sudah terlelap.
Awalnya aku juga agak ragu, tapi begitu kucoba, ternyata memang ampuh. Bahkan bagi yang mengalami insomnia sebab rindu akut sekalipun.

“Gelombang yang dikeluarkan oleh otak itu punya energi sendiri, dan itu bergantung dari seberapa yakin tekad kita dan seberapa kuat konsentrasi kita,” terangnya,

“Jadi kalau situ sholat dua menit saja dengan khusyuk, itu sinyalnya lebih bagus ketimbang situ sholat sejam tapi pikiran situ kemana-mana, hehehe.”

Duh, terang saja aku tersindir di kalimat ini.

“Termasuk dalam hal ini adalah keampuhan sholat malam.

Sholat tahajud. Itu ketika kamu baru bangun di akhir malam, gelombang otak itu pada frekuensi Alpha. Jauh lebih kuat daripada gelombang Beta yang teradi pada waktu Isya atau Shubuh.
Jadi ya logis saja kalau doa di saat tahajud itu begitu cepat ‘naik’ dan terkabul. Apa yang diminta, itulah yang diundang.
Ketika tekad situ begitu kuat, ditambah lagi gelombang otak yang lagi kuat-kuatnya, maka sangat besar potensi terwujud doa-doa situ.”

Tak kusangka Pak Paulus bakal menyinggung perihal sholat segala. Aku pun ternganga. Ia menunjukkan sampul buku tentang ‘enzim panjang umur’.

“Tubuh kita ini, Mas, diberi kemampuan oleh Allah untuk meregenerasi sel-sel yang rusak dengan bantuan enzim tertentu, populer disebut dengan enzim panjang umur. Secara berkala sel-sel baru terbentuk, dan yang lama dibuang.
Ketika pikiran kita positif untuk sembuh, maka yang dibuang pun sel-sel yang terkena penyakit.

Menurut penelitian, enzim ini bisa bekerja dengan baik bagi mereka yang sering merasakan lapar dalam tiga sampai empat hari sekali.”

Pak Paulus menatapku, seakan mengharapkan agar aku menyimpulkan sendiri.

“Puasa?”
“Ya!”
“Senin-Kamis?”

“Tepat sekali! Ketika puasa itu regenerasi sel berlangsung dengan optimal.

Makanya orang puasa sebulan itu juga harusnya bisa jadi detoksifikasi yang ampuh terhadap berbagai penyakit.”

Lagi-lagi,aku manggut-manggut.

Tak asing dengan teori ini.

“Pokoknya situ harus merangsang tubuh agar bisa menyembuhkan diri sendiri.

Jangan ketergantungan dengan obat. Suplemen yang nggak perlu-perlu amat,nggak usahlah. Minum yang banyak, sehari dua liter, bisa lebih kalau situ banyak berkeringat, ya tergantung kebutuhan.

Tertawalah yang lepas, bergembira, nonton film lucu tiap hari juga bisa merangsang produksi endorphin, hormon kebahagiaan. Itu akan sangat mempercepat kesembuhan.

Penyakit apapun itu! Situ punya radang usus kalau cemas dan khawatir terus ya susah sembuhnya.

Termasuk asam lambung yang sering kerasa panas di dada itu.”

Terus kusimak baik-baik anjurannya sambil mengelus perut yang tak lagi terasa begah. Aneh.

“Tentu saja seperti yang saya sarankan, situ harus teratur makan, biar asam lambung bisa teratur juga.

Bangun tidur minum air hangat dua gelas sebelum diasupi yang lain.

Ini saya kasih vitamin saja buat situ, sehari minum satu saja. Tapi ingat, yang paling utama adalah kemantapan hati, yakin, bahwa situ nggak apa-apa. Sembuh!”

Begitulah. Perkiraanku yang tadinya bakal disangoni berbagai macam jenis obat pun keliru.

Hanya dua puluh rangkai kaplet vitamin biasa, Obivit, suplemen makanan yang tak ada ?;kaitannya dengan asam lambung apalagi GERD.

Hampir satu jam kami ngobrol di ruang praktek itu, tentu saja ini pengalaman yang tak biasa. Seperti konsultasi dokter pribadi saja rasanya.

Padahal saat keluar, kulihat masih ada dua pasien lagi yang kelihatannya sudah begitu jengah menunggu.

“Yang penting pikiran situ dikendalikan, tenang dan berbahagia saja ya,” ucap Pak Paulus sambil menyalamiku ketika hendak pamit.

Dan jujur saja, aku pulang dalam keadaan bugar, sama sekali tak merasa mual, mules, dan saudara-saudaranya.

Terima kasih Pak Paulus.

Kadipiro Yogyakarta, 2016

Dari wordpress GUBUGREOT

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)copas,com

Jumat, 23 Maret 2018

Lelaki

SIAPA YANG PUNYA ANAK LELAKI BACA INI  SAMPAI HABIS
(NO COPAS SHARE ONLY)

Anak lelaki banyak energi.
Anak lelaki suka berlari.
Anak lelaki perlu keluar kena matahari supaya mood jadi happy, kurang depresi, tingkatkan memory.

Anak lelaki perlu Ayah disisi.
Untuk jadi idola diri.
Ajak ke masjid. Katakan padanya, Allah mencintai pemuda yg mencintai mesjid.

Anak lelaki perlu ibu, yg sentiasa mendengar dan mengasihi.
Memang macam-macam perangai yg dia buat, kadang-kadang bikin sakit hati.

Tapi Ibu butuh sabar yang tidak bertepi.
Ngomong sekali belum tentu si anak lelaki nurut.Ingatkan beberapa kali.
Bukan berarti si anak sembrono ya.
Tapi ada cara dan seninya.
Karena anak lelaki,otaknya tak mampu memproses banyak arahan,  satu arahan satu situasi.
.
Ketika merasa marah padanya, katakan pada  pada diri,
Ini amanah Illahi
Tugas kita bukan menghakimi
Tapi mendidik
Beri kasih sayang, tanpa lelah memberi.
.
Dan Ini persoalan yang terakhir
Sudah peluk anak lelaki anda hari ini?
Dalam sekejap mata mereka menjadi dewasa.
Peluklah selagi sang putera masih berdenyut nadi.

๐Ÿ“ Umi Fatimah

Senin, 19 Maret 2018

Ibu

Bismillah.
Baca quote ini jadi ingat yang pernah disampaikan oleh ustadzah Poppy Yuditya tentang Ibunda Hajar, saat kisahnya bersama putranya Ismail mencari air di tanah yang tandus. Dan berikut sekilas catatan saya ๐Ÿ‘‡
.
Kenapa Hajar hanya bolak balik antara bukit Shafa Marwa, tidak ke tempat lebih jauh ?
Karena ia meninggalkan Ismail di tengah-tengah bukit. Jadi Hajar tidak bisa pergi lebih jauh dari itu, karena agar tetap bisa melihat Ismail yang ditinggal sendirian di bawah bukit. Sehingga setiap menuju lembahnya, Hajar berlari-lari kecil karena khawatir Ismail diterkam binatang buas. Namun ternyata air yang dicari antara bukit Shafa dan marwa malah ada di bawah kaki Ismail. Itulah keberkahan. Allah melihat bagaimana usaha manusia, untuk hasil itu sendiri Allah yang menentukan .

Nah, dari kisah Hajar ini jelaslah bahwa posisi Ibu itu harus terus dapat mengawasi anaknya. Jika ibu berpergian, ibu masih dapat mengawasi dan memantau anaknya dengan baik. Karena kodrat ibu adalah selalu membersamai anak. Usahakan Ibu adalah ORANG PERTAMA yang dilihat anak dalam setiap aktivitasnya.

Tugas wanita sesungguhnya adalah Hafidzah lil ghaib, artinya menjaga rumah suami dan anak-anak dari keseharian, menjaga kesucian rumah, menjaga rumah dari tamu yang tidak disukai suami, dll. Lihat surat An Nisa ayat 34 :
ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ُ ู‚َูˆَّุงู…ُูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†ِّุณَุงุกِ ุจِู…َุง ูَุถَّู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจَุนْุถَู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ٰ ุจَุนْุถٍ ูˆَุจِู…َุง ุฃَู†ْูَู‚ُูˆุง ู…ِู†ْ ุฃَู…ْูˆَุงู„ِู‡ِู…ْ ۚ ูَุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชُ ู‚َุงู†ِุชَุงุชٌ ุญَุงูِุธَุงุชٌ ู„ِู„ْุบَูŠْุจِ ุจِู…َุง ุญَูِุธَ ุงู„ู„َّู‡ُ ۚ 

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)..."
.
Duhai ibu, kembalilah ke rumah ...!
.
Catatan selengkapnya di https://bundafaizfathilabib.wordpress.com/2018/02/24/kisah-ibunda-hajar/
.
Wallahu'alam.

Foto dari akun parenting nabawiyah

Sabtu, 10 Maret 2018

Santan

My kitchen ingredient must haves for skin care routine.  

5# SANTAN

Santan atau istilah jawanya coconut milk, yang katanya biang kolesterol,  ternyata bisa untuk skincare. Santan mengandung lauric acid, yang mempunyai kekuatan nomor satu sebagai : 
- anti bakteri
- anti jamur
- anti virus
Selain itu, santan juga tinggi antioksidannya,  kaya vitamin E, C, K,  zink, selenium folat, magnesium, dan kalsium.  

Untuk skincare harian, saya memanfaatkan santan KARA (yang bener aja kalo tiap hari harus marut dan meres kelapa. Bikin mie instan aja males) Karena KARA di proses dengan sistem UHT,  pastilah lebih higienis dan steril. Trus,  kemasannya tetrapak,  jadi lebih tahan lama dan praktis. Dan enak diminum langsung lho. Sehat, aman dari kolesterol karena belum dimasak/dipanaskan.

Santan kara teksturnya cair agak kental,  mirip body lotion. Makanya cocok banget dijadikan skincare harian.  
1. Sebagai cleanser/susu pembersih. 
Kocok dahulu santan kara, tuang sedikit, oleskan di wajah, pijat sirkular selama kurleb 5 menit. Lap dengan handuk hangat,  bilas.  
Santan mampu membersihkan pori-pori terdalam dan mengangkat sebum/sumbatan, bahkan kosmetik waterproof. Serius.. Lebih mild daripada EVOO.  Cuma agak ribet,  bilasnya pake handuk+air hangat. Tapi hasilnya bener-bener oke kok,  wajah bersih dan tetap lembab. Misal males nyiapin air hangat/jenis kulitnya kering, bilas saja dengan air dingin biasa. Pastikan membilas dengan bersih ya, mak... 

2. Masker dan facial
Oleskan santan KARA agak tebal di wajah.  Diamkan 30 menit.  Kalau sudah kering, lakukan peeling dengan pijatan sirkular. Akan terasa ada daki ketika proses peeling berlangsung. Santan bekerja mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan. Setelah di rasa bersih,  lap dengan handuk hangat,  bilas dengan air bersih.  Kalo wajahnya berjerawat,  akan terasa gatal pas di apply ke wajah. Gak papa, lauric acid-nya sedang bekerja membunuh bakteri penyebab jerawat. Jadi santan ini bagus untuk treatment wajah yang berjerawat. Lakukan 3x seminggu.

3. Krim malam anti aging. 
Setelah membersihkan wajah, oleskan santan tipis-tipis dan tebal dibagian berjerawat/flek hitam. Bawa tidur/menjadi sleeping mask. 
Sebagai anti aging,  oleskan di bagian yang berkeriput/muncul garis halus. Setelah 1 bulan, insyaallah sudah bisa dilihat hasilnya.  

Apakah harus merk KARA? Merk lain boleh,  tapi KARA yang paling kental. Lainnya lebih encer, ngga maskerable lah pokoknya. 

Saya rekomendasikan resep skincare ini kepada : 
- Emak-emak pengikut aliran garis keras dalam hal pengiritan.
- Grup "Ora Kober" menjalankan step skincare yang panjang Putri Emitrawuri
- Grup One Step Skincare (raup thok trus turu) 
- Grup RJSR (Rakyat Jelata Skincare Routine) 
- Grup EWKH (Emak Wonder (walau) Kere (tetep) Hore) yang selalu ingin tampil to the max walaupun sedang dititik kere maksimal Thessa Pratami Arumsari

Modal telaten dan duit 3ribu bisa untuk seminggu. Ngga perlu ke supermarket, di warung dekat rumah ada. Kurang piye?!  

*Kalo habis dipakai,  jangan lupa,  sisanya simpan di kulkas.
*Beli kemasan kecil aja, karena kalo lebih dari 1 minggu itu rasanya sudah agak kecut ketika saya minum. 
*Hasil untuk setiap orang bisa beda ya,  tergantung problem kulit dan kebiasaan masing-masing. Jadi jangan protes ke saya kalo hasilnya tidak sesuai ekpektasi anda. Karena hasil yang maksimal tidak di dapat semata-mata karena maskernya saja. Tapi juga berkaitan dengan rangkaian skincare routine lainnya.   

Have a wonderfully lazy sunday ๐Ÿ˜˜

=====================================
Manfaat susu kelapa (santan -yang belum dimasak) untuk kesehatan : 

Seperti dilansir dari healthmad dan buzzle, Kamis (25/3/2010), ada banyak manfaat dari susu kelapa, antara lain:
1. Susu kelapa mengandung vitamin, mineral dan elektrolit penting yang menyediakan beragam manfaat bagi tubuh. Kelapa mengandung kalsium, kalium, klorida, vitamin A dan E.
2. Susu kelapa membantu mengurangi tekanan darah, gula darah dan meningkatkan kesehatan tulang dan gigi.
3. Susu kelapa juga susu alternatif yang gratis bagi mereka yang tidak toleran terhadap laktosa dan juga alergi terhadap susu hewan. Dengan membakar kelapa atau mengonsumsi susu kelapa, masih bisa diperoleh vitamin esensial dan mineral. Ada pula susu kelapa vegetarian yang bebas kedelai, bebas gluten dan bebas kacang.
4. Susu kelapa mengandung asam laurat yang memiliki anti bakteri, anti-mikroba, anti jamur dan anti-virus. Dengan demikian, susu kelapa dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan menyingkirkan bakteri perut, flu, pilek, sakit tenggorokan, bisul dan berbagai penyakit.
5. Susu kelapa digunakan dalam perawatan kulit dan rambut. Susu kelapa digunakan dalam banyak produk rambut komersial dan produk perawatan kulit untuk hidrat, melembabkan, memperbaiki dan menyembuhkan kulit dan rambut.
6. Susu kelapa juga bermanfaat bagi jantung. Susu kelapa mengandung asam laurat yang membantu untuk menjaga arteri dan hati tetap bersih dan sehat. Dan meskipun susu kelapa mengandung lemak jenuh, kehadiran asam laurat dan asam lainnya dalam susu kelapa membuatnya sempurna melawan penyakit jantung dan atherosclerosis.
7. Susu kelapa adalah makanan yang sempurna untuk menurunkan berat badan atau memelihara berat badan. Lemak jenuh dalam kelapa terdiri dari asam lemak rantai pendek dan menengah, yang diubah tubuh menjadi energi dan bukan lemak. Jadi, meskipun tinggi lemak jenuh, kelapa dapat membantu menurunkan berat badan.
8. Ada beberapa jenis antioksidan yang ditemukan dalam susu kelapa. Antioksidan membantu tubuh untuk menangkis radikal bebas berbahaya yang dapat degenerasi sel-sel tubuh. Oleh karena itu, susu kelapa dapat membantu mencegah kanker dari tubuh dan membantu mencegah penyakit degeneratif seperti penuaan dini, kulit kendur, kerutan, masalah penglihatan dan tulang.
9. Susu kelapa juga dapat membantu pencernaan. Susu kelapa mengandung zat-zat bermanfaat bagi perut untuk mencerna makanan dengan baik. Susu kelapa adalah anti-bakteri dan membunuh bakteri buruk dari dalam perut yang dapat menyebabkan pencernaan makanan yang tidak baik. Susu kelapa juga juga digunakan sebagai pencahar. Ini juga bisa menjadi obat untuk saluran kencing dan ginjal.
10. Jika kulit terkena sinar matahari dalam waktu yang panjang dan menyebabkan ruam atau sengatan matahari, susu kelapa merupakan penyembuh instan. Mandi susu kelapa atau menggunakan susu kelapa yang dioleskan pada ruam dan biarkan semalam, akan menjadi pendingin dan membantu menyingkirkan kering dan gatal pada ruam.

Ditinjau dari segi nutrisi, dalam 1 cangkir susu kelapa mengandung kalori sebesar 552 kal, total lemak 57,2 g, kolesterol 0 mg, natrium 36 mg, total karbohidrat 13,3 g, protein 5,5 g, vitamin C 11%, kalsium 4%, dan besi 22%.
(mer/ir)

http://m.detik.com/health/read/2010/03/25/103029/1324997/766/susu-kelapa-yang-sehat-dan-berkhasiat

Benefits of Coconut Milk on Skin

Along with hair care, coconut milk can be used for skin care as well. It can be used for cleansing the skin pores by removing dirt and excess sebum. When used for skin care, coconut milk can give soft and supple skin and a radiant complexion. Coconut milk can also remove the dead cells from the skin by acting as a gentle exfoliating agent. At the same time, it helps to keep the skin well hydrated and moisturized as well.

The aforementioned information should now help you understand that the relationship between coconut milk and health is a good one, as well as various benefits of coconut milk for hair and skin care. This nutritious milk can be consumed safely by people who are lactose intolerant or have allergy to cows' milk. Coconut milk is also soy and gluten free and so, people allergic to such substances can also use it

http://www.seedguides.info/coconut-milk/

Treating Acne with Coconut Oil

Current acne treatments have unwanted side effcts that include redness and burning. Because of the inherent properties of lauric acid, these could be avoided. University of California San Diego are researching coconut oil treatments for acne. 

Graduate student Dissaya "Nu" Pornpattananangkul, who performs this research in the Nanomaterials and Nanomedicine Laboratory of UC San Diego NanoEngineering professor Liangfang Zhang from the Jacobs School of Engineering, says "It's a good feeling to know that I have a chance to develop a drug that could help people with acne,"

http://www.quantumday.com/2012/06/coconut-oil-lauric-acid-treatment-of.html?m=1

Coconut Milk for Face

1. Makeup Remover
To remove your makeup, add 2 parts of olive oil to 1 part coconut milk on a cotton pad. This not only cleanses your face, but nourishes your skin deeply at the same time as well. Note: Rub gently.

2. Prevents Acne
Dr. Rahul Nagar, Max Hospitals  says, “For people with oily and acne prone skin, coconut milk can be used as a cleanser due to its antibacterial properties. The fats in coconut milk do not clog pores, thereby preventing acne”.

3. Facial Scrub
“Coconut milk can also be used as a face scrub for gentle exfoliation. All you need to do is soak oats in coconut milk for 10 minutes”, adds Dr. Rahul.

4. Prevents Premature Ageing
Coconut milk has high levels of Vitamin C which helps maintain elasticity and flexibility of skin. It is also rich in copper, and prevents wrinkles, sagging skin and age spots. You can soak 6-7 almonds overnight, and peel their skins off in the morning, grind into a smooth paste and add 5-6 drops of coconut milk. Mix well and apply this paste on your face for 15 minutes, and wash it off with cold water.

Coconut Milk for Skin

1. Treats Sunburns
According to Dr. Rahul, “Application of coconut milk over sunburnt skin aids in rapid healing because of its anti-inflammatory properties. It helps by cooling the skin and reducing pain, swelling and redness”.

2. Moisturises The Skin
We’ve all heard of taking a milk bath, right? Well, it’s time to use coconut milk instead. It is a great moisturiser due its soothing properties. You can rub coconut milk on your skin directly for 20-30 minutes to combat dryness and promote healthy glowing skin. You can even add 1 cup of rose petals, ½ cup of rose water and 1 cup of coconut milk to lukewarm water in a tub. Soaking in this bath for about 15 minutes will help restore moisture in dry skin. Also, you can grind 1/2 cup of old fashioned oatmeal and mix it with 1-2 cups of coconut milk and 1 tablespoon of honey. It works wonders!
 
3. Treats Skin Ailments
“Gentle application of coconut milk provides an excellent moisturizing effect in dry skin conditions like eczema, dermatitis and psoriasis”, says Dr. Rahul. The natural fatty acids in coconut milk help treat dry and irritated skin and remove harmful bacteria. 

https://www.google.co.id/amp/s/food.ndtv.com/beauty/10-amazing-coconut-milk-benefits-for-hair-face-and-skin-1421580%3famp=1&akamai-rum=off

Rabu, 24 Januari 2018

Just mom

JUST A MOM???

Pagi ini mendadak saya mendapat pesan dari seorang teman lama. Dulu kami sama-sama mengambil pasca sarjana di negeri Belanda. Dia kuliah di Amsterdam, saya di sebuah kota bernama Enschede. Namun kami berdua berasal dari kota yang sama, yaitu Semarang.

Dia bertanya,
"Sudah tahu belum? Lusa ada acara gathering untuk alumni mahasiswa Belanda."

Saya agak loading untuk beberapa detik.
"Oya? Dimana? Jam berapa? Sepertinya memang ada email tentang itu, tapi belum sempet baca," balas saya. 
Beberapa hari yang lalu saya memang disibukkan dengan situasi anak-anak saya yang sakit, sehingga belum sempat membaca email-email yang masuk.

Teman saya menyebutkan tempat dan waktunya. "Coba deh baca emailnya. Kamu dateng nggak? Soalnya reuni yang dulu aku nggak dateng."

Saya sengaja belum membalas pesannya karena sedang berpikir. Sebuah rasa malu tiba-tiba datang tak diundang ke dalam hati saya..., "Saya hanya ibu rumah tangga."
Lucu. Karena selama ini saya mungkin termasuk ibu rumah tangga yang paling percaya diri, karena meskipun saya bukan siapa-siapa... saya amat bersemangat menjalankan "profesi" ini. Walaupun hidup saya murni tanpa ada embel-embel arisan, perkumpulan hot mama, sosialita masa kini, atau girlsquad whatever, saya tetap bangga dengan menjadi diri sendiri.

Oh tapi ternyata ini adalah sebuah perasaan yang sangat manusiawi bila mendadak saya jadi minder. Bagaimana tidak? Ini sudah menjadi sebuah kultur dimanapun juga di belahan bumi ini, bahwa seorang ibu rumah tangga adalah "HANYA."
Hanya ibu rumah tangga. Hanya ngurus anak. Hanya di dapur. Hanya nyuci baju, nyuci piring, nyuci sandal-sandal. Hanya jemur baju dan setrika. Hanya nunggu suami pulang kerja. Hanya bisa minta uang dari suami.
Jaman sekarang ibu-ibu rumah tangga bisa bekerja dari rumah karena maraknya fasilitas jualan online, sehingga bisa punya penghasilan sendiri. Tapi tetap saja... HANYA ibu rumah tangga.

Dan jangankan HANYA. Tapi juga TIDAK.
Tidak ada yang tahu seberapa lelahnya dia.
Tidak ada yang tahu apakah dia bahagia atau tidak.
Tidak ada yang bertanya "Bagaimana kabarmu hari ini?"
Tidak ada penghargaan dan pujian.

HANYA, TIDAK, dan SELALU.
Selalu diremehkan dan dipandang sebelah mata.
Selalu dicibir ketika dia melakukan kesalahan.
Selalu dihakimi ketika dia merasa depresi.
Selalu dicap gila padahal entah siapa yang membuat dia gila.

Tidak heran saya bisa tiba-tiba minder juga. Dari yang percaya diri jadi menciut.

****

Dua belas tahun yang lalu saya termasuk mahasiswa Indonesia termuda yang berhasil lolos berangkat ke Belanda. Dua tahun setelahnya saya berhasil lulus dengan gelar Master of Science dari universitas yang masuk peringkat 150 universitas terbaik di dunia.
Ketika pulang ke tanah air, saya kembali bekerja dengan mendapat gaji yang termasuk tinggi di jaman itu. Dan ingat betul saat dua tahun kemudian dari saat itu, kala suami saya menemui kedua orang tuanya untuk melamar saya, kalimat pamungkasnya adalah "Calonku bergelar Master dan punya pekerjaan yang bagus dengan gaji sekian juta."
Dan itulah salah satu faktor kedua orang tuanya menyetujui, karena kami berdua sama-sama sudah cukup umur dan mapan.
Saya juga belum lupa, tahun itu ketika baru melahirkan dan saya cuti tidak bekerja beberapa bulan di rumah, mertua saya bertanya apakah saya tidak ingin bekerja lagi.

Dan inilah saya beberapa tahun kemudian... Mantap dan bahagia menjadi seorang ibu rumah tangga. Hanya mengurus anak-anak dan rumah tangga. Ada yang bilang bodoh karena orang cerdas lulusan luar negri ujung-ujungnya hanya jadi ibu rumah tangga penuh waktu. Ada lebih banyak lagi yang tidak percaya, dengan penampilan seperti saya yang sehari-hari hanya pakai daster, saya adalah seorang bergelar Master dari Eropa.
Jangankan ibu-ibu bergelar Master, saya lebih sering dikira si embak ketika orang datang ke rumah dan kebetulan saya sedang menyapu atau mengepel.

Jadi... kenapa mendadak kepercayaan diri saya menguap untuk beberapa detik tadi?
Karena bayangan semua alumni yang datang pastilah memiliki profesi yang penting seperti pejabat pemerintah, dokter, dosen, peneliti, atau apa saja. Dan ketika kami mengobrol sana-sini pastilah akan ada pertanyaan basic, "Gawe apa nih?"
Jadi bagaimana saya akan menjawab?
"Saya HANYA ibu rumah tangga."?
Mungkin saya biasa saja. Tapi kira-kira bagaimana dengan yang bertanya? Akankah raut wajahnya jadi aneh?
Ini kira-kira suasananya bakalan seperti ketika seorang lajang ditanya kapan nikah atau saat pasutri ditanya kapan nambah anak bla bla bla. Entahlah.

****

Kemudian saya teringat sosok ibu saya. Beliau adalah anak seorang keturunan bangsawan dan diplomat, namun karena menikah di usia muda, beliau hanya sempat mengecap sekolah diploma dan kemudian tidak pernah bekerja karena tidak diijinkan ayah saya. Tapi apakah saya pernah malu dan mempertanyakan ibu saya? Saya bangga dan sayang setengah mati pada ibu saya. Beliaulah pahlawan saya di dunia.
Yang seluruh hidupnya pontang-panting mengurusi keempat anaknya dan tidak pernah berhenti mengasihi kami tanpa syarat. Beliau selalu ada untuk kami dalam suka dan duka. Definisi murni seorang ibu terwakili dengan jelas oleh ibu saya: sabar, penuh kasih dan sayang, ulet, rajin, bertanggung jawab, dan tegar. 

Saya tak pernah malu ibu saya hanya ibu rumah tangga yang tidak punya gelar pendidikan tinggi dan profesi bergengsi. Yang saya tahu, hidup saya komplet karena memiliki seorang ibu yang sepertinya. Dan terlebih lagi, beliau tidak pernah malu terhadap dirinya sendiri yang sederhana dan bersahaja. Beliau cukup hanya dengan menjadi dirinya sendiri.
Jadi kenapa ya saya harus malu?

Ibu telah memenangkan hati anak-anaknya walaupun beliau hanya ibu rumah tangga. She holds our hearts forever.
Dan melihat diri saya sendiri pada hari ini yang bukan siapa-siapa, saya juga ingin suatu hari nanti anak-anak saya dapat bercerita yang sama tentang ibu mereka.

****

Jadi saya rasa saya sudah siap seandainya lusa datang dan ditanya, "Kerja dimana?"
Toh sudah ratusan kali saya ditanya seperti itu dan mampu menjawab dengan rasa bangga yang sama.

Ibu-ibu rumah tangga alias house wife bahasa kerennya...
Mari tetap menyayangi diri sendiri sebelum kita mampu menyayangi keluarga kita. Terimalah profesi kita dengan bangga dan penuh syukur walaupun tidak ada gemerlap arisan ibu-ibu cantik dengan ootd yang kece. Di penghujung hari, rasa nyaman dan aman keluarga kita di rumahlah yang menjadi tolok ukur kebahagiaan kita sebagai seorang ibu, bukan karena kelompok yang itu atau yang ini.
Biarlah kita dipandang sebelah mata... Tidak perlu pengakuan dunia untuk membuat diri ini utuh, sebaliknya kewajiban kitalah untuk membuat keluarga kita di rumah selalu merasa hangat dan sejahtera.

Keeps going, full of hope, never quits.
Emak Rahel Yosi Ritonga ๐Ÿ’‹

****
Tulisan ini adalah penghargaan saya kepada semua ibu rumah tangga yang mengalami depresi. Saya tidak menghakimi kalian, may God bless and help you all.

Minggu, 21 Januari 2018

Tuty fb

ISTRI DAN KEBAHAGIAANNYA

Seorang suami (sebut saja namanya Budi) bertanya ke saya, “Pak Nas, kenapa ya hutang saya ga lunas lunas?”

Menghadapi pertanyaan sprt ini, biasanya saya jawab dengan mengajaknya menggunakan ilmu “law of projection”, “disiplin kata” atau “garpu tala”. Tapi kali ini saya ingin gunakan jurus berbeda.

Saya tanya balik ke dia “Istri ente bahagia ga sama ente?”

Ditanya pertanyaan berbeda, dia merespon dengan membenarkan pertanyaannya. “Gini pak Nas, ana tanya tentang hutang. Kenapa ya hutang ana ga lunas lunas?”

Sekali lagi saya tanya balik ke dia “iya... ana tanya ente dulu... istri ente bahagia ga sama ente?”

Lama dia terdiam. Lalu dia jawab “kayaknya ga pak nas”

Lalu saya bilang, “ ya sudah... itu jawabannya... ente ga bakal bisa melunasi “hutang” ente kalau istri ente ga bahagia”

“Lho emang ada hubungannya pak Nas?” tanya dia.

“Ya pasti” jawab saya. Lalu saya jelaskan ilmu terumbu karang.

*****

“Di mana Allah titip rezeki untuk manusia?” Ini adalah pertanyaan sederhana, namun banyak manusia tidak tahu jawabannya.

Sementara semua hewan tahu di mana letak rezekinya. Jerapah jika ditanya pasti menjawab di pucuk pohon. Monyet akan menjawab di pohon pisang. Ikan akan menjawab, rezekinya dititip di terumbu karang.

Uniknya, jawaban manusia berbeda-beda. Tidak seragam seperti jawaban hewan. Ada yang menjawab di kantor, di proyek, di bendahara, di mana-mana dan jawaban lain yang menunjukkan sebenarnya kita tidak tahu di mana letak rezeki kita.

Dengan kajian panjang, saya menyimpulkan bahwa rezeki Allah dititip di “Kemuliaan dan Kebahagiaan Orang Lain”. 

Rezeki yang kita dapatkan sebenarnya bukan karena keahlian kita, bukan juga karena jam kerja yang kita curahkan. Tapi lebih karena kita pernah memuliakan dan membahagiakan orang lain. Lalu Allah berikan reward berupa rezeki yang tercurah akibat proses itu.

Jika jerapah menjaga pucuk pohonnya, monyet menjaga pohon pisangnya, maka ikan pun menjaga terumbu karangnya agar dapatkan rezeki. 

Uniknya, manusia dengan mudah menyakiti perasaan manusia lain. Kenapa? Karena tidak tahu konsep “menjaga terumbu karang” ini. Begitulah yang terjadi pada Pak Budi. Dia fokus mencari nafkah di tempat kerja, tapi istri sendiri tidak dia bahagiakan.

*****

Pak Budi menghela nafas. “Terus, apa yang harus saya lakukan pak Nas?”

“Ya sederhana sebenarnya, buat saja istri mulia dan bahagia, karena di sana letak rezeki bapak” jawab saya.

“Kita terlalu sibuk bekerja dan menjadi robot, lalu menganggap dengan aktivitas kita itulah kita mendapatkan rezeki dan mampu membayar hutang-hutang kita. Padahal kita sebenarnya juga bahagiakan orang-orang yang menjadi sebab rezeki kita. 

Pimpinan, anak buah, klien, konsumen, kita jagaaa benar hatinya agar tidak tersinggung. Kenapa? Karena kalau tersinggung sedikit saja, mereka akan menghukum kita dengan berkurangnya bagian rezeki kita. 

Pimpinan mungkin akan memecat kita, anak buah tidak akan semangat bekerja, klien dan konsumen akan lari, jika kita buat tersinggung.

Saat tiba di rumah... dengan mudahnya kita menyakiti hati istri kita. Kadang sebagai suami, kita menganggap istri harus membuat suami bahagia. Kita-lah raja dalam rumah tangga dan dengan semena-mena kita menuntut banyak hal pada istri kita. Kita pakai dalil2 agama untuk mengeksploitasi istri kita. Semuanya tentang kita dan ego kita sebagai suami.

Ujung dari itu semua, istri tidak bahagia. Seperti ikan, saat terumbu karangnya sudah musnah, manalah mungkin dia bisa dapatkan makanan. Saat istri -sebagai orang paling dekat dengan kita- tidak bahagia, manalah mungkin kita akan dapatkan rezeki”

Pak Budi menunduk lalu menatap saya dalam-dalam...

“Sebenarnya... ini adalah kontemplasi saya juga pak...” ujar saya. 

“Oh, pak Nas pernah mengalami?” Tanya pak Budi.

“Ya... begitulah... dulu saya juga orang yang tidak peduli dengan kebahagiaan istri. Terlalu banyak aib jika saya ceritakan... Tapi, sejak saya dapatkan kesimpulan “menjaga terumbu karang” ini, saya balik semua logika saya dalam mencari rezeki.

Saya sudah tidak peduli lagi dengan usaha saya. Saya tidak peduli dengan seberapa banyak nafkah yang saya bisa berikan untuk istri saya. Karena sebenarnya itu hanya dampak dari sikap saya terhadap orang-orang yang paling berharga dalam kehidupan saya. Salah satunya, istri kita.

*****

Suatu saat, ada seorang motivator bisnis dari Amerika. Sesi yang paling saya tunggu adalah pertanyaan tentang rahasia sukses. “Apa rahasia sukses bapak?” Tanya seorang penanya.

Saya sudah menunggu dan menduga jawabannya adalah tentang poin2 manajemen, leadership, kedisipilan atau kerjasama tim. 

Jawabannya sungguh tak terduga. Sambil memegang mesra tangan istrinya, sang motivator menjawab “Happy Wife, Happy Life” 

Sungguh bukan ini rahasia yang saya nantikan. Tapi dengan fasih, motivator itu menjawab dgn susunan logika yang menggugah perasaan saya, bahwa Kebahagiaan Istri lah yang akan membuat hidup seorang suami bahagia.

Ah... malu saya dengan diri saya sendiri. Banyak orang memanggil saya ustadz, tapi kenapa nilai-nilai ini malah dijiwai oleh motivator bisnis dari negara yang dalam citra saya sudah tidak lagi mensakralkan nilai keluarga.

Setelah itu, berhari-hari saya termenung, kalimat “happy wife, happy life” terngiang2 dalam fikiran dan jiwa saya. Akhirnya dengan mantap, saya membuka hati, mau belajar dan menerapkan semboyan sang motivator untuk meniti kesuksesan saya.

*****

Pak Budi masih di depan saya. Masih mencoba mencerna kalimat-kalimat yang keluar dari lisan saya. Pak Budi memang sedang konsultasi, tapi hakikatnya ini adalah pembicaraan dua lelaki yang saling berkaca. 

Memang tidak mudah menurunkan ego kami sebagai suami. Tapi jika itu yang harus dibayar untuk kesuksesan, kenapa tidak? Sudah terlalu jauh kami berjalan memuaskan ego kami sendiri, dan akibatnya kami tak lagi menemukan bahagia.

*****

“Tapi istri saya keras pak Nas, kadang marah-marah ga jelas, apa yang saya lakukan seperti ga bener semua di mata dia. Kalau sudah begitu, saya ya... kebawa marah” ujar pak Budi

“Ya biar saja lah pak, kadang istri kita memang mesti melampiaskan amarahnya. Satu hal yang akhirnya saya fahami... sejak kita menikahi istri kita, dia punya quota marah yang ga habis-habis... kita harus siap memiliki hati yang luas menghadapinya.

Untuk hal ini, saya terinspirasi dari kisah Nabi Muhammad Saw.

Suatu saat, Nabi saw sedang menerima tamu. Sejurus kemudian, ada ketukan pintu dan memberikan semangkuk sup. “Dari mana sup ini?” tanya Nabi yang dijawab dari istri yang lainnya.

Jawaban itu didengar oleh Aisyah ra di dapur yang juga sedang menyiapkan makanan untuk Nabi yang mulia. Tak diduga, Aisyah keluar dan menghalau mangkuk sup itu dan terjatuh mengenai Nabi saw dan tamunya.

Jika kita menjadi Nabi saw, mungkin penyikapan kita akan marah, atau minimal memberikan pengertian kepada Aisyah ra tentang kesalahan perbuatannya.

Tapi, Dialah Nabi saw yang mulia. Dia hanya mengambil kain membasuh sup yang tumpah di baju beliau dan tamunya dan hanya mengatakan kepada tamunya “maafkan ibumu (ummul mu’minin)... dia sedang cemburu”

Penyikapan yang tepat yang lahir dari keinginan menjaga kebahagiaan istri. Ah... semoga kami mampu mencontoh Nabi kami yang mulia.

****

Kehidupan suami istri laksana lautan dalam yang tak pernah habis digali. Satu hal yang pasti, kita harus pertanggung jawabkan ijab-qobul yang sudah terlanjur terucap dan disaksikan oleh Allah.

Lalu kita terikat amat kuat dengan hukum Allah. “Itsnaani yu’ajjiluhumullahu fid dunya, al-baghyu wa huquuqul waalidayn” ada dua dosa yang dipercepat siksanya oleh Allah di dunia : berbuat sewenang2 (Al-baghyu) dan durhaka kepada kedua org tua.

Al-baghyu yang paling besar adalah kepada istri sendiri. Allah mensejajarkan, menyakiti istri sama dengan durhaka kepada orangtua. 

Kami berdua menghela nafas... tidak mudah memang menjadi suami, dan kami harus terus belajar. Semoga dengan slogan baru : “Happy Wife, Happy Life”, kami bisa dapatkan kebahagiaan dan kesuksesan kami kembali.

Warning : “Tulisan ini hanya akan cocok jika dibaca oleh suami dan dijalankan olehnya, bukan dipaksa2 sama istri untuk membaca dan melakukannya๐Ÿ˜Š️

Tulisan ini juga satu paket dengan tulisan sebelumnya berjudul : suami dan keridhoannya”

Selasa, 09 Januari 2018

Tentang bully

Dulu saat Faiz bayi saya harus bekerja di 2 tempat, lalu ada orang komentar,
"Wah kasihan yaa bayinya harus dititipkan gara-gara ibunya kerja!"

Tahun 2017 Faiz baru masuk SD jadi saya resign hanya beraktivitas di rumah, lalu ada orang komentar,
"Wah sayang yaa ijazahnya dulu susah-susah sekolah sekarang hanya di rumah!"

Demi Allah ini yang berkomentar orang yang SAMA! Nanti kalau sekolah spesialis mungkin saya harus siap-siap jika beredar tulisan viral "kenalanku dokter" #ehh ๐Ÿ˜‚

Mungkin kalian tidak percaya. Tapi di dunia nyata saya memang mengalami sendiri menjadi target nyinyiran orang lain dalam perang prokontra ibu bekerja dan ibu di rumah. Kerja salah. Tidak kerja salah. Itu kalau tujuan hidup cuma buat dapat pengakuan orang lain. Tidak akan bisa kita menyenangkan semua manusia ๐Ÿ˜Š

Alhamdulillah tujuan hidupku itu untuk memenuhi tujuan penciptaan Rabb-ku. Bukan untuk sembah puja-puji semu dari manusia. Saya bisa tidak marah lho dapat komentar nyinyir begini di dunia nyata. Beneran. Digituin saya bisa senyum diam. Tidak dendam. Paling cuma nginget aja selamanya #ehh ๐Ÿ˜…

Dulu LDR saat suami tugas handle proyek di pedalaman juga orang komen kenapa istrinya (saya) tidak ikut. Tanpa mereka mencari tahu situasi pekerjaan disana. Anehnya kenapa bukan memilih pembulian subjek komen ditekankan ke suaminya tidak kerja disini saja. Kan harusnya lebih manusiawi bagi keluarga itu. Kenapa? ๐Ÿ˜‚ 

Woman As A Target Of Bullying

Yaa wanita memang rentan menjadi target. Dicari-cari kesalahan padanya untuk dibuli hingga hancur tak berdaya. Dikatakan jika ada seorang pria dan seorang wanita memiliki hal yang "salah" secara fisik maupun perilaku di mata orang lain, maka kemungkinan besar pria tersebut akan lolos dari komentar. Sementara sang wanita akan habis dicecar.

Kecenderungan ini terjadi dimana-mana pada segala situasi yang biasanya kurang menguntungkan. Sejak masa kanak-kanak, masa ABG pencarian jati diri, cara melahirkan, cara memberi makan anak, hingga setiap pilihan dalam hidup setelah dewasa.

Hidup saya penuh anugrah kemudahan. Saya harus mensyukurinya. Saya mensyukurinya dengan beri pengabdian bagi sesama.

Lagipula pembulian nyinyir orang yang saya terima tidak ada apa-apanya dibandingkan yang dialami wanita lain. Saya pernah beberapa kali bertemu wanita single fighter dan single mother. Subhanallah... betapa nyinyir pembulian orang pada para wanita single yang sedang berjuang menjaga kehormatan dirinya ini. 

Para perempuan dewasa yang memilih jomblo meski untuk menjaga kehormatan itu dahsyat sekali pembulian yang diterimanya. Mulai dari dikritik terlalu senang bekerja padahal pekerjaan halal, terlalu rajin sekolah sampai gak sempat pacaran hingga kriteria terlalu muluk. Padahal yaa karena belum ketemu jodohnya saja. 

Apalagi para janda. Beuuuhhh... Di mata orang lain menjadi janda itu serba salah. Cerai salah, memilih bertahan juga salah. Dalam setiap kegagalan berumah tangga pasti wanita yang salah! Bahkan meski disitu suami yang selingkuh! ๐Ÿ˜ข

Padahal banyak para janda berjuang hidup baik-baik menjadi orang baik. Tetap saja dipandang negatif. Disakiti dengan komentar yang merendahkan. Tanpa mereka mau tahu perjuangan dibalik kisahnya. Ada seorang ibu tunggal yang dinyinyiri saat dia harus bekerja di luar rumah. Padahal dia memakai busana syar'i dengan pekerjaan halal. Padahal dia harus menghidupi diri dan anaknya. Sementara mantan suami tidak bisa diandalkan.

Ada seorang wanita yang harus berjuang sendirian menjalani SC emergency. Suaminya kabur bersama selingkuhannya. Berat sekali harus hadapi severe engorgement hingga mastitis, bayi jaundice bahkan kemudian ibu mengalami gangguan produksi ASI sebab tekanan hidup luar biasa. Meskipun demikian semangat menyusui bayinya begitu luar biasa. Dia memilih relaktasi saat bayinya harus catch up growth.

Single Mother 

Beberapa hari yang lalu saya menemukan gambar ini di akun instagram @amandaoleander. Tampak seorang wanita sedang menyusui bayi sementara kedua anaknya makan di atas punggung. Sementara itu terlihat baju-baju serta barang berantakan di sekitarnya. 

Pesan gambar ini sangat mendalam. Karikatur ini digambarkannya untuk mewakili perjuangan para ibu yang harus melakukan semua tanggung jawab di rumah. Bisa para ibu yang ditinggal suami bekerja jauh sepanjang hari atau cerai berpisah dari suaminya. Disini terlihat seorang ibu yang harus menangani semua sendiri. Terkadang mereka juga menjadi tulang punggung supaya keluarga tetap makan. 

Jadi masih mau melontarkan komentar negatif ke perjuangan orang lain? Apalagi yang sama-sama perempuan! Saling bantu memberi kemudahan juga support yang membangun akan lebih membahagiakan. Tebarkan cinta supaya dunia lebih indah ☺

Masing-masing kita punya ujian kehidupan masing-masing. Jangan tambah kepahitan hidupmu dengan bersikap pahit ke orang lain. Pilihlah sepatumu sendiri, tapi jangan paksa orang lain pakai sepatumu itu. Lalu berjalanlah di muka bumi ini untuk menebar kebaikan meringankan beban hidup sesama...

Allohu a'lam bishowab

#opiniAnnisa #renungAnnisa

Mimpi

Saat akhirnya ijazah itu di tanganku....aku berucap....mimpiku akan segera terwujud....

Kemudian aku bangun tanpa sempat memulai....ada tubuh mungil di sampingku yang termegap-megap kehausan.

Kuraih tubuhnya, sambil berucap dalam hati, nanti saja....setelah kamu besar, ya.

Kuulangi semua ucapan dan mimpi itu di tahun-tahun berikutnya.....Selembar kertas bukti prestasiku masih tersimpan rapi, "Belum saatnya", gumamku menghibur diri.

Satu per satu kawan lama kutemui lagi. Era media sosial mempercepat pertemuanku dengan mereka yang pernah berjuang bersama.

Teman yang itu S2 di Eropa, yang 2 lagi di Australia, yang satunya di Amerika, teman sekolah meraih doktor di usia muda belia.....sambil kutatap satu per satu wajah itu di laman media sosial mereka, sambil tersenyum mengingat perjuangan mereka.

Tak sadar matahari makin tinggi, bahan makanan masih terbungkus sejak pagi. Lalu dimulailah kehidupan nyataku, mengabil beberapa baskom, menyiapkan masakan untuk 3 tubuh mungil dan seorang lelaki yang menemaniku sejak hari ia mengambil perwalianku.

Aku tetap dengan mimpiku, yang tak pernah kutulis, bahkan telah lama aku tak menulis buku harianku. Banyak hal berubah. Mimpiku tak lagi kamera, berita, investigasi. Ia berubah menjadi cara menata rumah, memasak sehat, mendidik anak, memilih mainan dan sebagainya.

Empat belas tahun sudah kusimpan rapi mimpi itu. Kini di saat tak ada lagi alasan melayani tubuh-tubuh mungil, mimpi itu terkubur dalam. Aku tak menyesal, mimpiku bukannya tak tercapai, ia bertransformasi ke bentuk lain, sebagai hasil dari proses pendewasaan diri. 

Aku mungkin tak akan pernah sempat mewujudkan mimpi itu. Namun ternyata ada satu mimpi yang berada di lapisan terdalam otakku, bangsal ganglia, tempat dimana semua memori terindah dan terburukku tertata indah. Ia terwujud dalam sikap, tindakan, cara berpikirku.

Aku tak inginkan diriku menjadi seperti Ira Koesno idolaku dulu. Cukup dengan daster dan wangi khas ku, komat-kamitku di jam sibuk, memastikan semua anak menjalankan tugas. Mimpiku tentu tak sama dengan milikmu. Tak ada yang salah dengan mimpi, ia pemacu semangat, bahan bakar.

Sekarang bukanlah panggungku, waktuku tak banyak lagi. Jika hidup bagaikan perjalanan, aku memilih tetap di kendaraanku, menjadi penjaga. Sekarang saatnya anak-anak memulai masa depan mereka. Aku dan suami adalah lokomotif belakang mereka.

Ummujita.com