Senin, 26 Oktober 2020

dan

Nak .. ketika matahari mulai terbit, akan ada yang datang kepadamu, dan ketika matahari mulai terbenam, akan ada yang pergi dari dirimu, itulah saat dimana angka usiamu menjadi bertambah, sementara jatah hidupmu menjadi berkurang.

Dan yang mencarimu akan menghampirimu, itulah saat dimana kematian menjemputmu.

Untuk itu jangan pernah lagi untuk menyia-nyiakan waktumu yang sangat berharga di bumi ini.

- untuk kedua putraku -

Minggu, 25 Oktober 2020

UAS musa

Ustadz ABDUL SOMAD, bertanya kepada jama'ahnya,_

UAS ๐Ÿ˜— : "Andai kita hidup pd zaman Fira'un, kira-kira kita jadi pengikut siapa, Fir'aun atau Nabi Musa ?"._

Jama'ah : "Musaaaaa."_ (Jawab jama'ah dgn kompak).

UAS ๐Ÿ˜— _"Yakiiin ?"._
Jama'ah ๐Ÿ˜— _"Yakiiiiiin....."_

UAS ๐Ÿ˜— _Tapi yang membangun kota Mesir...., Fir'aun. Yang bangun infrastruktur juga dia.  Yang bangun piramida...., Fir'aun. Yang paling kaya...., Fir'aun. Yang punya bala tentara banyak dan kuat...., Fir'aun. Yang punya banyak pengikut....., Fir'aun. Yang bisa memberi perlindungan dan jaminan......, Fir'aun. Yang Berkuasa......., Fir'aun. Yang bisa menyediakan makanan Dan minuman........, Fir'aun. Yang bisa adakan hiburan......., Fir'aun. Yang bisa buat pusat perbelanjaan........, Fir'aun. Bahkan jika teknologinya sudah ada mungkin Kartu Mesir Sehat dan Kartu Mesir Pintar juga dibuatnya."_

Sementara Nabi Musa......, siapa dia ???. Hanya seorang penggembala kambing. Bicara saja tidak fasih alias cadel (akibat pernah memakan bara api diwaktu bayi). Hanya memiliki sebatang tongkat butut_

Masih yakin mau ikut Nabi Musa........???._ Tanya *UAS* sekali lagi.

Jamaah terdiam...

UAS ๐Ÿ˜— _"Kerjaan Nabi Musa hanya sebagai penjaga kambing, tiba-tiba mau mengajak kita menyeberangi lautan,,, tanpa memakai sampan, tanpa prahu, tanpa kapal. Apakah yakin kita mau ikut Nabi Musa ????"_

Tak satupun jama'ah berani menjawab, semua tertunduk, diam seribu bahasa.

UAS ๐Ÿ˜— _Betapa  sesungguhnya manusia zaman Firaun dan zaman sekarang, tidak Ada bedanya. Di Zaman sekarang ini, mayoritas semua tergila² pada harta, wanita, pangkat, jabatan, pujian, rayuan. Al Wahn (cinta keduniawian)._

Sungguh......, Fir'aun itu akan tetap ada hingga akhir zaman. Hanya saja berubah wajah Dan bentuknya...., juga namanya. Namun secara hakikat dia akan terus ada. Sebab sejarah akan berulang, dan kita harus tetap yakin seyakinnya biidznillah Fir'aun dikalahkan oleh Musa karena Kuasa ALLAH Azza Wa Jalla..._

Siapapun yang akan terpilih itu  sudah menjadi takdir/sudah tertulis di Lauhul Mahfudz, tetapi Allah akan mencatat dimana kita berpihak.....*_

Belajaralah DARI CICAK dan Burung Pipit.....*_

Dahulu saat Nabi Ibrahim Alaihi Salam dibakar oleh Raja Namrud, datanglah burung pipit yang bolak balik mengambil air dan meneteskan air itu di atas api yang membakar Nabi Ibrahim Alaihi Salam.

Cicak* yang melihatnya tertawa.....: *_"Hai pipit........!, bodohnya yang kau lakukan itu. Paruhmu yang kecil hanya bisa menghasilkan beberapa tetes air saja, mana mungkin bisa memadamkan api itu.....???._*

Burung pipit* pun menjawab : *_"Wahai cicak......, memang tak mungkinlah aku bisa memadamkan api yang besar itu, tapi aku tak mau jika Allah melihatku diam saja saat sesuatu yang Allah cintai dizholimi, Allah tak akan melihat hasilnya apakah aku berhasil memadamkan api itu atau tidak, tetapi Allah akan melihat dimana aku berpihak......"._*

Cicak terus tertawa, dan sambil menjulurkan lidahnya ia berusaha meniup api yang membakar Nabi Ibrahim Alaihi Salam agar cepat membesar.

Memang tiupan cicak tak ada artinya tak menambah besar api yang membakar Nabi ibrahim Alaihi Salam, tetapi Allah melihat dimana Cicak berpihak.

Hikayat ini terjadi sekarang....., dan akan terus berulang Saat Al-Qur'an dinistakan, suara Azan dipermasalahkan, bendera tauhid dibakar dan pembela Agama dikriminalisasi.

Aku bertanya padamu sahabat : Dimanakah kau berpihak......?????. Memang....., Pilihanmu tak akan mengubah sedikitpun takdir Allah..., Tapi Allah akan mencatat dimana kau berpihak. Berada di Barisan mana dirimu....., Siapa yang kamu dukung...., Siapa yang kamu pilih untuk jadi pemimpin....?.*_

Ingat-ingat......, pilihanmu akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat nanti.....*_

#Renungkanlah
#Semogadipahami
#copasan

Jumat, 14 Agustus 2020

rachel

JANGAN SAMPAI SALAH

Don't judge a book by its cover. You may miss out on a good story.

Jangan menilai orang dari penampilan luar nya. Kamu mungkin akan melewatkan cerita yang bagus.
Itu terjemahan versi saya. 
Kura-kura nya.

Pernah seorang teman duduk mengobrol dengan saya di sebuah acara. Kami sampai pada sebuah topik.
Kemudian dia menjelaskan pada saya tentang topik itu panjang kali lebar, kali tinggi, dibagi volume, atas, bawah, miring.
"Gitu lho, mbak." Dia jelasin ke saya.
Yang dia tidak tahu adalah bahwa sebenarnya saya sudah tahu karena saya juga tertarik dengan topik itu dan pernah menggali banyak informasi mengenainya setahun yang lalu.
Mungkin lebih duluan dari dia.

Saya tahu dia tidak bermaksud sok tahu, tidak ada tendensi seperti itu yang saya tangkap. 
Ga ada energi negatif nya.
Dia hanya ga tahu kalau saya sudah tahu.
Tapi saya ingin bersikap sopan karena dia teman yang baik dan hal yang lain adalah... siapa tahu ada hal-hal lain dari penjelasannya yang saya belum tahu. Saya tentu ingin menambah pengetahuan saya. Kan saya tidak tahu semua hal di dunia ini. Saya juga tidak selalu benar.

Dari dulu saya orang yang suka belajar.
Dulu waktu saya kuliah di Belanda, saya suka sekali malam-malam duduk sambil minum bir Heineken dingin, mengobrol dengan mahasiswa-mahasiswa PhD yang tinggal di asrama kami. Satu lantai bertujuh, hanya saya dan seorang mahasiswa dari negara Cina yang mengambil Master. Yang lainnya mahasiswa Doctoral.
Saya suka belajar dari mereka tentang banyak hal. Apalagi mereka adalah orang-orang yang santai, open-minded, dan tidak sok menggurui. Akhirnya saya merasa ilmu saya nambah.

Hari-hari ini, orang menduga di balik daster-daster saya, otak saya hanya tahu tentang mengurus anak-anak, bumbu dapur, dan kain pel.
Saya sudah membicarakan tentang Special Relativity Theory, tentang bagaimana membuat kurikulum pendidikan untuk satu negara, atau bagaimana membuat chicken dumpling dari orang Cina langsung.
Itu kira-kira 15 tahun yang lalu.

Cerita yang lain...

Beberapa hari yang lalu seorang hater menyerang saya dengan komen-komen kebenciannya. Biasa... sesama perempuan.
Saya gilas, saya pepet, saya pojokkan dia.
Terakhir nya dia bilang...
"Ngebabu dulu gih sana, mak."

Dia tidak tahu, saat itu saya sedang membaca komentarnya di dalam mobil Alphard saya, pulang dari beli bawang, ayam, dan kentang di pasar.
The big boss babu yang naik Alphard.
Or The Babu Big Boss?
Ah whatever.
Babu adalah bagian penting dari siklus kehidupan, dan saya bangga bisa tahu cara ngebabu di rumah sendiri.
Anggap aja saya babu yang suka naik mobil mewah. Di lain waktu saya adalah boss yang suka nyikat kamar mandi. Lagi pengen pergi naik mobil yang itu, ya naik aja. Pengen naik yang ini, tinggal masukin pantat saya. Tentunya ga bawa sikat WC saya.
Aww, saya senang bisa nyombong ketika diperlukan ๐Ÿ˜

Sayang sekali seringkali orang menyetarakan kesederhanaan dengan kebodohan atau kemiskinan.
Hati-hati, kita bisa tertipu dan ketinggalan cerita yang bagus.
Sometimes less is more.

Ketahui dan kenali orang lebih dalam. 
Di balik kain yang sederhana, bisa jadi ada hati yang kaya.
Di balik penampakan yang tidak mewah, bisa jadi ada pemikiran yang brilliant.
Dan teori ini dapat dibolak-balik. 
Kaya tidak selalu cerdas atau punya pribadi yang baik.
Walaupun semua itu bukan harga mati. Tergantung individu masing-masing saja.

Emak Rahel Yosi Ritonga ๐Ÿ’‹

Rabu, 05 Agustus 2020

ibu

Menjadi seorang ibu membuat saya belajar untuk mengerjakan hal-hal “kecil” secara konsisten. Mengapa ada tanda kutip pada kata “kecil”? Sebab seringkali saya mengira apa yang saya lakukan dalam rutinitas sebagai seorang ibu adalah hal “kecil” walaupun sebenarnya “besar”. Kok bisa saya katakan “besar”?

Suatu malam, saya harus tidur lebih larut untuk menyelesaikan pekerjaan. Padahal saya jarang lembur, kecuali terpaksa sekali. Nah, di tengah saya memaksakan diri untuk terjaga, dengan sisa-sisa energi yang ada saya mencoba menyelesaikan pekerjaan. Si sulung merengek mencari saya. Dia resah, dan hanya tenang ketika memegang tangan saya. Setiap kali saya lepas tangannya dan mencoba kembali bekerja, dia kembali merengek, padahal sudah setengah tertidur.

Saya menggerutu dalam hati. “Aduh, padahal sudah dibela-belain ngga tidur!” begitu pekik saya dalam hati. Iya, saya memekik saking sebelnya, tapi ya hanya bisa dalam hati aja supaya tidak membangunkan seisi rumah
Setelah berulang kali mencoba melepas tangan anak sulung dan tidak kunjung berhasil juga, akhirnya saya menyerah. Saya berkata dalam hati disertai rasa pasrah,”Ya ampun, mestinya tangan saya ini kalau dibebaskan bisa dipakai kerja, ini malah cuman diam pegangan tangan, ngga ngapa-ngapain“. 

Ketika akhirnya benar-benar pasrah dan menerima keadaan itu, saya mulai bisa menikmati hangatnya tangan anak sulung saya, sembari tersenyum memandang wajahnya yang kini terlelap. Tiba-tiba saya tersentak oleh suara lembut dalam hati saya.

“Coba lihat tidurnya begitu pulas karena memegang tanganmu. Sebab baginya, kamulah dunianya, kamulah rasa amannya, itu bukan hal yang kecil bukan? Mana yang lebih besar artinya: mengetik materi seminar atau menyediakan rasa aman bagi seorang anak?”

Air mata saya menitik dan hati saya teriris menyadari betapa salahnya saya menilai besar atau kecil dalam peran saya menjadi ibu. 

Teruntuk para ibu yang sedang tergulung dalam rutinitas yang itu-itu saja, yang bahkan untuk memekik pun hanya bisa dalam hati, kita sedang melakukan hal-hal besar. Di mata anak-anak kita adalah segalanya. Lebih dari sekedar besar bukan? Karena segalanya berarti kita tak tergantikan. 

Teruntuk para ibu, yang sedang berjuang menuntaskan ini dan itu yang tak ada habis-habisnya. Ada sepasang mata kecil yang mengamatimu bekerja dan mengagumimu, meneladanimu dalam diam. 

Perjuangan seorang ibu selalu dari hati, meski seringkali tak kita sadari. Percayalah apa yang keluar dari hati, akan menyentuh hati pula. Inilah yang paling berarti, yakni ketika ada sebuah hati yang tersentuh oleh perjuangan kita yang tak kunjung henti. 

Love you moms. We’re on this together

Kamis, 14 Mei 2020

mengeluh

๐Ÿ’œTITIK TERENDAH๐Ÿ’œ

Aku laki-laki, tapi sekarang merasa bukanlah lelaki. 

Sebagai pencari nafkah bebanku menggunung, hari-hari terkejar kebutuhan yang makin sulit didapat.
“Abang keluarlah lagi, kerja apa kek. 
Kasian anak-anak buka puasa nanti masa cuma minum?”

Baru saja aku pulang, belum panas pantat duduk istri sudah suruh keluar lagi. 
Kasihan dia, pastilah bingung, di rumah cuma ada beras sisa dua liter. Isi kulkas sudah kosong, terakhir isinya dimakan saat sahur tadi. 

Gas pun habis. Yang ada hanya utang di warung makin nambah. Lengkaplah semua kebingungan. 

Andai jadi wanita mungkin akan tetap tinggal di rumah mendoakan saja. Ini aku, apa pun caranya harus kudu wajib dapat duit!
Ah, terasa betapa lemahnya aku jadi lelaki ….

Sudah delapan bulan di-PHK, sempat kerja serabutan ikut teman jadi kuli panggul barang di pasar, terakhir gabung di gojek. 
Namun, efek Covid 19 semua harus terhenti. 
Penghasilan hari-hari sudah tidak ada lagi.

“Apa gak ada receh gitu, Dek. Di saku apa di kaleng celengan anak-anak?”

Bukannya tak mau keluar lagi. Aku sudah keluar dari pagi curi-curi tempat menunggu penumpang, sambil was-was kalau ada petugas yang razia. Tetap nihil, yang ada bensin mau habis. Pun liur ini sudah terasa pahit. Sepertinya fisikku sedang kurang fit, mungkin efek pening mikir masalah cari duit.

“Tidak ada Abang. Kalau ada juga sudah dari tadi Mala ke warung. Cuma dapet ini.” Istriku itu perlihatkan koin 100 rupiah di genggaman.

Wajahnya tersirat putus asa. Kutatap dia iba. Untuuung wanitaku ini orangnya sabar, kalau tidak? Entahlah...

Jam sudah menunjuk arah setengah satu. Masih ada waktu 5 jam ….
“Iyalah Abang keluar lagi.”
Aku bangkit, pasang masker, sarung tangan, helm. Langkah gontai kembali keluar rumah.

Tengah hari begini jalanan makin sepi, hanya ada satu dua kendaraan lewat, itupun jarang. Kunyalakan motor, bensin sudah menunjuk garis merah, kalau aku jauh-jauh bakal tidak bisa pulang nanti.

Kuparkirkan motor di halaman masjid sekitar satu kilometer dari rumah. Awalnya duduk saja di selasar, bersandar di tembok menerawang dalam pikiran hampa. 

Selain ngojek harus ke mana, kerja apa? Masih membingungkan. Minta tolong ke teman-teman mereka juga sedang kesulitan. Keseringan dibantu juga rasanya tidak enak.

Tiba -tiba ada panggilan hati untuk masuk, siapa tahu di dalam pikiran lebih adem, dapat jalan keluar. Siapa tahu Allah kasih jawaban segera, aamiin.

Di dalam ada satu orang duduk bersila persis menghadap tempat imam. Sepertinya tengah khusyuk menunduk berdoa. Mungkin masalahnya sama denganku. Masalah duit.

Aku mengambil duduk di belakang, dekat tembok.
Allah … berikan hambamu ini pikiran terbuka, tunjukkan jalan rezeki untuk anak-anak hamba, kasihan mereka kalau sampai tidak makan ya Allah….

Sampai jam menunjuk angka dua, pikiranku masih blank. Sekilas pandangan jatuh pada kotak amal yang digembok tepat di dekatku. Uang kertas hampir penuh di dalamnya, ada lembar warna biru dan merah terasa melambai minta dijemput. Susah payah kutelan ludah.
Ambil satu lembar saja biru itu, enam orang anggota keluargaku akan kenyang nanti buka.

Astaghfirullah, kuatnya setan menggoda sampai aku hampir beranjak ke kotak kaca itu. 

Berulang-ulang kuucap istighfar sambil menutup mata. Jangan sampai darah daging mereka tumbuh dari kerjaku yang tidak halal, ya Allah ….

“Bang.” Kubuka mata, lelaki muda bermata bersih menegurku dalam jarak semeter, pakai masker kain batik. Ini orang yang duduk di depan tadi.

“Abang gojek, ya?” Ia melihat jaket yang kupangku.

“Iya, Mas.”
“Sedang sepi ya, Bang?”
“Ya, gitulah, Mas. Orang pada di rumah.”
“Abang bisa nyetir?”
“Bisa. Kenapa, Mas? Ada kerjaan?” Aku sangat berharap ini jalan pekerjaan.

“Oh iya, kebetulan saya mau minta tolong, bisa?”
Alhamdulillah, kuusap wajah penuh syukur. 

Mata rasanya seketika terang benderang.
“Bisa, bisa!” Kuangguk kepala yakin.
“Abang ikut saya, ya. Rumah di belakang,” katanya sembari berdiri. “Ayo, Bang.”
Aku bergegas mengikuti.

Rumah cukup besar dengan halaman seukuran rumahku.
“Kita akan antar ini ke daerah Koja. 
Tadinya saya bingung, supir malah nekad pulang kampung. Dadakan dia baru bilang,” katanya terlihat senang bertemu aku.

Segera kubantu lelaki muda itu mengangkat 10 karung beras, puluhan kotak yang sudah dilakban ke dalam Expander silver.

Sepanjang jalan, lelaki muda bernama Ridwan itu cerita punya nazar yang dikabulkan. Pantas saja wajahnya cerah, ia amat bersyukur istrinya bangun dari koma selama 3 tahun, setelah melahirkan anak pertama mereka. Ia juga pernah kecelakaan fatal sampai membuatnya takut nyetir. Berat juga masalahnya. 

Ternyata punya banyak uang dan rumah bagus tak jua lepas dari masalah hidup.

Tiga Panti Asuhan di Koja mendapat bantuan berupa barang juga uang dalam amplop.

“Begitulah, Bang. Selalu ada ujian untuk kesabaran. Ceramah Ustaz di masjid tiap subuh itu yang kuatkan saya,” ceritanya mengalir lagi di perjalanan kami pulang.
Ia berbagi cerita lagi tentang ujian yang menimpa rumah tangganya sejak awal menikah. Imanlah yang menguatkannya.

Kesabaran luar biasa.

Aku? Punya anak banyak sehat-sehat, istri sabar, hanya diuji dengan ketiadaan uang sudah bingung, hampir putus asa, malah sempat berpikir mencuri.

Ah, malunya aku ya Allah. 

Dia lebih muda, tapi lebih dewasa dariku memandang hidup.

“Abang mau nggak jadi supir pribadi saya?”
Bagai disiram air sejuk aku mendapat nikmat berlipat sore ini.

Pulang dengan senyum lebar, bawa serantang makanan dari mas Ridwan, sembako, upah dua lembar uang merah, dan pekerjaan baru.
Benar-benar rezeki tak terduga.

Alhamdulillah, mendekatkan diri berserah memohon pada-Nya ternyata pilihan terbaik tadi. 

Ini akan jadi awal jalanku meraih kemenangan. Belajar lagi sabar, belajar lagi melawan nafsu diri dan berbaik sangka pada-Nya.

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin.
Jika dia mendapat kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya.”
(HR. Muslim).

๐Ÿ’Žhttps://t.me/semangatsubuh
๐ŸŽ€Renny Widyastuti

Selasa, 31 Maret 2020

terbaik bagimu

Kau pasti pernah, ketika menginginkan sesuatu yang menurutmu itu sangat baik bagimu. Tapi takdir berkata lain, bahwa ada hambatan yang tak bisa kau lalui dengan mudah. Kau harus menunggu di batas jalan sana, dengan hanya mampu melihat impianmu melayang -layang di udara.

Kau berusaha meraihnya tapi belum bisa.
Berpeluh tangis kau meminta dalam doa, namun belum juga dikabulkan malah diberi hal yang tak kau inginkan..

Bagaimana rasanya? sedih bukan?

Tapi lebih sedih lagi bahwa ternyata tanpa sadar, kau tengah sok mengatur Tuhan. Kau pikir rencanamu itu sangat baik, padahal kau hanya hamba lemah yang terbatas segalanya. Sedangkan Tuhan Maha Tahu yang terbaik untuk makhlukNya.

Saat ini yang dipertanyakan harusnya keimananmu itu.

Minggu, 23 Februari 2020

Solehah istri

Share tulisan dua tahun lalu
Ben eling dandan teruuusss pake lenong ๐Ÿคญ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

==========================================

Gatel,, kok pengen ikutan nulis..
Dari sisi saya, wanita, istri sah dengan 3 anak. 

Iya, mungkin si pelakor salah.
Tapi apakah kita juga menutup mata dari fakta ilmu bahwa api tidak akan menyala tanpa gesekan?

Keimanan suami, lelaki yang memang fitrah nya adalah menyukai keindahan. 
Atau diri kita yang lupa bahwa ikhtiar kita kurang keras dalam menaklukan hati nya.
Kemudian kita cuma menyalahkan 1pihak?

Islam mengatur segala nya dengan indah.. 
Menundukkan pandangan.
Berapa banyak laki laki yang bisa seperti itu?
Saya paling anti sama laki kaki yang kedapatan jelalatan apalagi kalau sudah beristri. 
Yang menjaga pembicaraan nya.
Yang tau batasan muamalah dengan bukan mahram.
Terlebih menjaga perasaan istri nya.

Kemudian
Coba lagi melihat dari sisi diri.
Mungkin memang suami mu bukan tipe penuntut.
Dia menerima apa yang ada padamu.
Tapi kembali lagi dia tetap Lelaki dengan fitrah yang Allah ciptakan dengan naluri lahiriyah. 

Jangan merasa aman ketika suamimu"nrimo".
Rumah berantakan, masak enggak, anak keleleran, tampilan di rumah pas pasan mengarah ke berantakan.
Laluuu.. kita bilang "terima aku apa adanya" 
Wong saat dia nadzor kamu  cantik nya kaya apa coba??

Dengan alibi 
Cantik butuh modal, istri bukan babu.
Trus tak takon nduk "dirumah kamu ngapain?" Tugas mu jadi istri apa??

Ketika kita memutuskan untuk menikah dengan orang yang kita yakini syurga lebih dekat dengan nya.. 
Kita tahu bagaimana konsekwensi logis agar syurga itu benar benar menjadi nyata sebelum syurga yang memang Allah janjikan untuk kita wanita shalihah memasuki nya, aamiin

Logis nya gini..
Rumah rapi, masak kelar, tubuh bersih, wajah ayu suami pulang ada yang nyambut dengan senyuman. Cipika cipiki anak2 peluk abinya wangi dan bersih, istri juga udah seger karena udah mandi..rasaanyaaaa itu beneran kaya syurga looh buk ibu.

Coba bayangkan..
Suami pulang kerja, capek dan laper..
Sampe rumah masih disuruh ke warung padang, anak2 rewel karena belum makan dan istri bau asem padahal gak ngapa2in dirumah.

Mana pemandangan yang lebih adem??

Cantik butuh modal?? Mau secantik apa sih maak??
Masih ada air cucian beras, masih ada susu anak, masih ada tomat, timun, jeruk nipis, telor bekas ngedadar, madu, kopi, garam buat dijadikan scrub dan masker ekekekkekek
Tak lupa kecantikan hati mempengaruhi looh 

Sambil masak sambil ngoles2, kelar masak wajah kinclong. 
Serius!!! Coba aja.. saya udah buktikan. Hehhehe
Perawatan disalon sama aja kok, asal kita telaten sama aja hasil nya.
Kasihan banget yaaa diriku.. yaak kwkwkwk maklum emak emak perhitungan.
Ya iyalah, semua istri tau berapa pendapatan suami nya bagaimana susah payah suaminya mendapatkannya. 
Kalau saya mending buat anak2 dan kebutuhan rumah dulu, saya mah gampang.

Truuusss
Suami lelah bekerja, dimeja makan sudah ada nasi, walau lauk tempe dan bening bayam  doi pasti sudah senang banget..
Apalagi maem nya ditemani, disendoki nasi ke piringnya. 
Dia merasa diperlakukan dan diurus dengan baik akan menambah rasa sayang nya padamu.
Yaeeelaaah ribet banget sih, 
Coba lihat orang tua zaman dulu kala, bagaimana mereka berkhidmat kepada suaminya, maa syaa Allah. 
Sampai saya pernah dipesan oleh seorang ibu setengah baya tetangga saya masih di bekasi dulu.. 
"Jadi istri, pantang suami nyendok nasi sendiri"
Cobaaa.. hehhehe ribet kaan?? Ribet tapi efek nya ruaaarr biasa menurut saya (walau saya kadang aja ngelakuinnya kalau lagi benar2  shalihah) xiziizizizii. 

Saya juga banyak belajar dari mbah mbah zaman old, anak banyak tapi tetap pagi hari masih sempat rapi.
Rambut dikonde lengkap dengan hiasan melati.
Buat kita dandanan jadul tapi bisa buat saya berdecak kagum.
Pagi hari sudah nyiapin sarapan, dengan nasi yang harus di tanak kemudian dikukus dengan kompor minyak tanah.
Semua baju tetap rapi disetrika walau mesti manasin arang.

Lhaa sekarang, tinggal nyuci beras aja nanti yang masak si mak ikom. Gitu juga masih males masak lauk. 
Dan saya tau kenapa kita selalu rindu masakan ibu dan masakannya sedaaap, endeeeus surendep
Karena mereka melakukannya sepenuh hati dengan cinta.

Gak perlu dikonde rambutnya, di kuncir aja yang rapi, saya juga jarang sisiran tapi minimal sudah siyap kaya mau datang tamu  agung gimana sih buk, deg deg serrr  laah.
Mandilah minimal...
Yang tau selera laki nya yaa dijabanin. 
Ada tipe laki yang doyan istrinya dandan ya udeeh  siapin  alat lenong nya, tancaaap maaak.
Ada yang laki nya suka istri nya natural,  ya udah pokok e ngaca udah siyap nyambut pacar belom?
Kuncir  atau digerai rambutanya pokok men bikin dia benar kembali ke falsafah BAITY JANNATY  gimana sih kalau di syurga yang ada bidadari nya.
Nah,  gitu deh.. buat bidadari ala ala alias versy sendiri hehhehe

Tapi e tapi rumah berantakan, anak masih kecil diberesin ya tetap berantakan lagi..
Ukuran rumah kita sama orang tua zaman dulu itu gedean mana sih? Halaman nya belom keitung.  Maa syaa Allah.
Minimal lantai rumah gak lengket pliket bekas nasi aja deh.
Enak suami pulang pengen rebahan di lantai  kaan??
Sambil manjah pengen bobok dipangkuan.. ihiiirrrr 
Yaaaa  kali aja pas doi lagi penat banget sama sesuatu hal minimal kita bisa sedikit bikin nyaman  hati nya.

Daaaaa...n
Ketika malam menjelang dia memanggil mu untuk disisnya. 
Bersegeralah tunaikan panggilan itu, karena itu ibadah yang agung.
Itu tanda nya kamu masih membuat dia tergoda dan terpikat  #eaaahhh
Kadang ini yang dilupakan. 
Tidak ada tendeng aling aling untuk ini (kecuali alasan syar'i)
Itu makanya ketika kita ingin puasa sunnah harus seizin suami bila ia berada di rumah, bahkan dalam hadist kita dilaknat malaikat sampai pagi bila tidak menuruti nya.
Tahukan laknat malaikat?? Sama aja doa keburukan untuk kita.
Dan doa malaikat  itu doa yang diterima. Subhanallah..

Ketika ikhtiar sudah maksimal,
Jangan lupakan doa agar Allah selalu mengumpulkan kita dalam kebaikan hingga ke Jannah yang sesungguhnya.
Karena swmua yang terjadi  atas seizin Allah. 

Meminta kemudahan agar mampu menjadi istri shalihah.
Karena keridhoan suami adalah keridhoan disisi Allah.
Dan keridhoan disisi Allah akan mendatangkan kebaikan, kemudahan, cinta kasih, kerukunan diantara penghuni rumah.

Dan tentunya kunci kunci syurga..
Yaa masuklah dari pintu yang mana saja kalian inginkan  wanita shalihah.. 

Karena rumahmu adalah syurgamu.
Buatlah bidadari cemburu padamu!!!
Saat bidadari cemburu padamu, pelakor hanya debu tak terlihat.

Baity Jannaty, 21-2-2018 
Jazaakallahu khoiroo untuk 17 tahun yang indah ini.
Tetap lah menua menua bersama ku

Dari bidadari yang suaranya cempreng dan masih suka ileran.
Adhafana Ummu Fajri

Jumat, 10 Januari 2020

sedekah

CARA WANITA BERSEDEKAH

Bagaimana wanita boleh bersedekah, sedangkan mereka adalah suri rumah dan mereka juga tidak punya gaji atau gaji tidak seberapa untuk disedekahkan?

Apabila seorang wanita mendengar tentang keutamaan sedekah, ada yang merasa sedih dan berandaikan dengan berkata: 

"Bagaimana, sedang aku tak punya duit?" Walaupun demikian, kita wanita diperintahkan untuk bersedekah. 

Rasulullah bersabda:

"Wahai setiap wanita, bersedekahlah, dan perbanyaklah istighfar, sebab aku melihat kalian sebagai majoriti penghuni neraka."

Dan sabda beliau itu menambah khuatir dan rasa takut pada diri kita. Dan solusinya? 

Sebenarnya mudah, sesungguhnya kurnia dan kemurahan Allah Ta'ala begitu luas dan tiada henti.
Dia menjadikan sedekah bukan hanya pada harta sahaja. Namun, setiap pintu kebaikan adalah sedekah. 

Berikut contoh-contohnya:

Sedekah itu beraneka ragam:

1. Setiap tasbih dan tahmid adalah sedekah.

2. Setiap takbir dan tahlil adalah sedekah.

3. Amar ma'ruf nahi munkar anda (menganjurkan yang baik dan mencegah yang buruk) adalah sedekah.

4. Bukalah Whatsapp, FB, Instagram dll anda setiap hari, bersedekahlah dengan cara mengirim ucapan-ucapan yang baik kepada semua yang anda kenal, dan setiap kalimat yang baik adalah sedekah.

5. Senyum anda kepada suami dan anak-anak anda, serta kepada sesama kaum muslimat adalah sedekah.

6. Dua rakaat Dhuha menyamai 360 sedekah.

7. Tahanlah diri anda dari keinginan untuk berbuat buruk, itu pun sedekah.

8. Singkirkanlah setiap bentuk gangguan yang dapat mencelakakan orang dijalan, itupun sedekah.

9. Ucapkanlah salam kepada siapa saja yang anda temui, itupun sedekah.

10. Berilah makan kepada jiran atau sesiapa pun dengan makanan yang juga anda dan keluarga anda makan, itupun sedekah.

11. Berilah makan pada kucing, burung atau binatang lainnya atau manusia, itupun sedekah.
 
12. Muliakanlah tamu di rumah anda yang melebihi 3 hari, itupun sedekah.

13. Berusahalah menolong dan membantu orang lain, samada org Islam ataupun bkn Islam, itupun sedekah.

14. Tuntutlah ilmu agama, ajarkan dan sebarkan, baik dengan cara mendengar, membaca, atau menulis sesuai kemampuan anda, itupun sedekah.

15. Seteguk air yang anda berikan untuk orang yang haus adalah sedekah.

Milik Allah lah segala puji dan kurnia.

Kaedah Penting:

Lakukanlah secara ikhlas dan tanpa mengharapkan balasan dari siapapun...

Kaum kerabat lebih utama untuk mendapat kebaikan kita (kedua orang tuamu, suami, dan anak-anakmu). Mereka yang paling utama.... yang paling dekat, kemudian yang terdekat.

Perlu diingatkan bahawa;
"Sedekah itu menghapus dosa, sebagaimana air mematikan api"

Rabu, 08 Januari 2020

parkir

๐Ÿ’œ KANG PARKIR ๐Ÿ’œ
 
Tulisan raehanul ini kutujukan untuk tukang parkir dan  semua yg membaca.Terkhusus kepada suamiku yg sering banget mendapati tukang parkir "spesial".

Spesial disini contohnya begini
"Kita mau parkir cari tempat beliaunya gak mendekat tp kita mau pulang tiba2 berada disamping kita"

"Motor gak di tutup pake pelindung panas supaya gak kepanasan padahal beliau punya"

Baik mari baca pelan2 dengan penuh senyum dan hati tenang๐Ÿ˜Š
-------------------------------------------------  Aku menyebutnya "Duaribu Rupiah Parkir Tidak Sebanding dengan Desiran Stres Adrenalin"

Mungkin pernah mengalami, sekedar parkir motor ambil uang ATM, ada tukang parkirnya  kemudian minta 1000 rupiah atau bahkan lebih, padahal motornya gak diapa-apain (minimal kasi pelindung panas, walaupun gak panas), seperti orang nagih (kadang muka masam), kayak dia aja yang punya tanah๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Sakit hati dan mau marah, tetapi kadang tidak bisa๐Ÿ˜Œ

ketika sakit hati dan stress, adrenalin keluar dan itulah hormon stress๐Ÿ˜ฃ

Renungkanlah:

Tidak perlu sakit hati hanya karena uang seribu rupiah atau dua ribu rupiah ato bahkan lebih, lebih baik kita anggap saja sumbangan…

Tapi kan, dia agak kurang ajar

Tenang dulu, kita sakit hati saja tidak akan merubah kenyataan

Itulah fungsi iman terhadap hari akhir

Segala sesuatu yang tidak adil didunia akan diadili dengan seadil-adilnya di hari kiamat

Yang mendzalimi kita , kelak di akhirat akan mencari-cari kita 

Ngapain cari-cari kita? tentu untuk minta maaf urusan dunia

Minta maaf saja? Tentu tidak !

Maaf saat itu seharga dan dibayar dengan pahala, dia yang mendzalimi anda di dunia akan menyerahkan pahalanya kepada anda sekadar dzalimnya dia

Nah, kalau pahala dia sudah habis

Maka kesalahan dan dosa anda akan berpindah ke dia yang mendzalimi anda (jadilah dia orang yang bangkrut sebagaimana dalam hadits, bukan bangkrut duit)

Nah, bisa diterapkan urusan yang lebih besar, lebih besar juga keuntungan kita di akhirat

Agar lebih tenang, maafkan saja dia…

kita tenang dan tidak terganggu dengan dendam apalagi sibuk dan buang waktu memikirkan cara membalas dendam

Karena kita yakin balasan di akhirat lebih baik dan dunia sangat jauh-jauh tidak ada apa-apanya dengan akhirat.

Gambar dibawah ini hanya untuk kang parkir "spesial" 

Dan catatan pentingnya tidak semua tukang parkir sama.
Banyak yg baik hati pula..seperti saat HP kutaruh di dashbor motor, beliau mengingatkan utk mengambilnya dl sebelum masuk pasar.
pengalaman lain saat menarik uang 2 ribu dari saku, uang 20 ribu ikut jatuh ya diambilkan sama beliau..

Pointnya adalah???
Renungkan sendiri ya man teman๐Ÿ˜๐Ÿ˜