Kamis, 24 Agustus 2017

Merdeka

Kalau kau mau merdeka, biarkan dalam hening pun kau mampu membuncahkan bahagia.

Bahagia mensyukuri perjalanan hidup yang ada, entah menjadi Ibu bekerja, Ibu pelajar, atau Ibu rumah tangga.

Bahagia menjalani qodar melahirkan per vaginam, maupun lewat "jendela" yang sakitnya pun tiada duanya.

Bahagia menerima peran Istri dan Ibu, yang juga memelihara kursi bersuara dalam berumah tangga.

Bahagia membesarkan anak-anak berkebutuhan spesial, karena sesungguhnya mereka "memaksa" kita masuk syurga dengan gamitan yang lebih erat daripada lainnya.

Bahagia dalam gamis panjang dan jilbab lebar atau bahkan lembutnya cadar, karena menyimpan kecantikan adalah kesederhanaan paripurna.

Bahagia dengan segala keterbatasan yang ada, karena hisabmu nanti akan mempertanggungjawabkan apa yang sempat kau punya.

Merdeka sebagai wanita, bukan semata kita mampu selalu bebas memilih rute kehidupan kita. Karena kadang apa yang nampak baik menurut kita, tidak sebaik dan seberkualitas yang dipilihkan Tuhan.

Merdeka sebagai wanita, letaknya di dalam jiwa. Dimana kita mampu me-rupa-kan rasa bahagia pada apa yang kita punya.

Menjadi wanita dengan segala "miscellaneous" dunia, seringkali membuat kemrungsung pemikiran. 

Kita mungkin sempat tertawa atau bahkan menginginkan apa yang dimiliki "tetangga".

Tentang karir dan status sosialnya yang jumawa, sementara kitapun tengah mendaki status akhirat yang mulia.
 
Tentang anak-anak mereka yang nampak sempurna, sementara kitapun tengah mengasah berlian yang sama. 

Tentang perforasi keluarga yang menghasilkan celah dan gundah, padahal setiap keluarga punya titik seismiknya masing-masing juga. 

Tentang kepemilikan harta atau rupa dan alis paripurna dengan guyuran essence dari skincare ternama, sementara kita bisa menyamainya dengan air wudhu dan wirit sebagai penggenap hati.

Sungguh wanita merdeka bukan terletak di tangan ekstrimis feminis yang mampu meloloskan segala keinginan kebebasan hati mereka.

Karena bahagia yang sesungguhnya terasa ketika kita menepi berdua dengan percakapan jiwa, maka merdekanya wanita adalah bagi mereka yang mampu bersyukur dengan keadaan yang ada.

~Nafila Rahmawati🌷

Senin, 21 Agustus 2017

Rizki

*Rizki-ku ada di langit, bukan di tempat kerja.!*

Belajar Tawakal Kepada Putri 10 Tahun ...

Hatim Al Ashom rahimahullah, Ulama besar muslimin, teladan kesederhanaan dan tawakal.

Hatim rahimahullah, suatu hari berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi untuk menuntut ilmu. 

Istri dan putri-putrinya keberatan. Karena siapa yang akan memberi mereka makan.

Salah satu dari putri-putri itu berusia 10 tahun dan hapal Al Quran. 

Dia menenangkan semua: "Biarkan beliau pergi. Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!"

Hatim pun pergi
Hari itu berlalu, malam datang menjelang ...

Mereka mulai lapar. Tapi tidak ada makanan. Semua mulai memandang protes kepada putri 10 tahun yang telah mendorong kepergian Ayah mereka.

Putri hapal Al Quran itu kembali meyakinkan mereka: "Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!"

Dalam suasana seperti itu, pintu rumah mereka diketuk. Pintu dibuka. Terlihat para penunggang kuda. 
Mereka bertanya: 
"Adakah air di rumah kalian?"

Penghuni rumah menjawab: 
"Ya, kami memang tidak punya apa-apa kecuali air".

Air dihidangkan. Menghilangkan dahaga mereka. 

Pemimpin penunggang kuda itu pun bertanya: 
"Rumah siapa ini?"

Penghuni rumah menjawab: "Hatim al Ashom". 

Penunggang kuda terkejut: "Hatim, ulama besar muslimin.."

Penunggang kuda itu mengeluarkan sebuah kantong berisi uang dan dilemparkan ke dalam rumah dan berkata kepada para pengikutnya: 
"Siapa yang mencintai saya, lakukan seperti yang saya lakukan.."

Para penunggang kuda lainnya pun melemparkan kantong-kantong mereka yang berisi uang. Sampai pintu rumah sulit ditutup, karena banyaknya kantong-kantong uang. 
Mereka kemudian pergi.

Tahukah antum, siapa pemimpin penunggang kuda itu...?

Ternyata Abu Ja'far Al Manshur, Amirul Mukminin.

Kini giliran putri 10 tahun yang telah hapal Al Quran itu memandangi ibu dan saudari-saudarinya. Dia memberikan PELAJARAN AQIDAH yang sangat mahal sambil menangis, dia berkata:

" JIKA SATU PANDANGAN MAKHLUK BISA MENCUKUPI KITA, MAKA BAGAIMANA JIKA YANG MEMANDANG KITA ADALAH AL KHOLIQ ..!! "

***
Terimakasih Nak, kau telah menyengat kami yang dominasi kegelisahannya hanya urusan dunia.

Hingga lupa ada Al Hayyu Ar Rozzaq ...

Hingga lupa jaminan- Nya: 
"dan di LANGIT lah RIZKI kalian ..."

Bukan di pekerjaan ...
bukan di bank ... 
bukan di kebun ... 
bukan di toko ... 
tapi ...
DI LANGIT !!

Hingga kami lupa tugas besar akhirat,

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا

"Duhai Allah, jangan Kau jadikan dunia sebagai kegundahan terbesar kami ..."

✒ الفَقيْر إلَىٰ عفو رَبِّه

Barakallāhu fiykum 

📝  Ustadz ZAENAL ABIDIN bin SYAMSUDDIN, Lc.

Kamis, 17 Agustus 2017

Kemerdekaan 17 agus 2017/72

Kemerdekaan sejati seorang wanita

Adalah saat ia mampu untuk ikhlash menghamba kepada Robbnya. 

Saat ia menyusuri jalan Rosul-Nya

Saat sanggup tuk menepis bisik-bisik setan dan hawa nafsu

Saat kuat mematikan riya',sum'ah, 'ujub, hasad, kibr, dan karat-karat hati. 

Ummu Nashr

########################

KEMERDEKAAN UNTUK WANITA ITU BETAH DI RUMAH 

-kemerdekaan untuk wanita adalah  bisa menahan diri untuk tidak keluar dari rumahnya .
-Kemerdekaan wanita Adalah yang betah tinggal di rumah-rumahnya 
-Kemerdekaan wanita adalah yang berhasil mendidik generasi yang berpegang teguh dengan SUNNAH. 
-Wanita yang merdeka & berhasil adalah wanita yang mampu bikin suaminya betah di rumah Kecuali kerja. 
-Kemerdekaan wanita adalah yang mampu berhijab syar'i tanpa bertabarruj.
-Kemerdekaan wanita adalah yang mampu isriqomah. 

intinya kemerdekaan wanita yang membawa ketaatan untuk menuju janah-Nya,  bukan wanita yang berlomba-lomba keluar rumah pada moment2 tertentu seperti merayakan kemerdekaan. 

Pahala wanita yang betah diruma-rumahnya
Seorang wanita menemui Rasullah shallahu alaihi wa sallam kemudian berkata : wahai Rasullah laki-laki memiliki keutamaan & mereka juga jihad di jalan Allah,  Apakah kami kaum wanita bisa mendapatkan Amalan seperti jihad di jalan Allah maka Rasullah shallahu alaihi wa sallam bersabda  :
Barang siapa di antara kalian tinggal dirumahmya maka dia mendapatkan pahala mujahid di jalan Allah. 
Allah Subhanallahu wa ta'ala berfirman  :
Dan hendaknya kamu tetap dirumahmu dan janganlah berhias dan bertingkah laku seperti orang jahiliah dahulu (Qs Al azhab 33)

Wanita jangan kebanyakan main atau keluar rumah. 
Rasullah shallahu alaihi wa sallam bersabda  : Sesungguhnya perempuan itu Aurat jika dia keluar rumah setan menyambutnya.  Keadaan wanita yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada dirumahnya .
(HR ibnu khuzaimah No 1685 sanadnya dinilai shahih oleh Al-Albani) 

Wanita yang ikut perlombaan baris-berbaris kepala mereka disanggul seperti punuk unta,  berlenggak-lenggok tidak akan mencium bau syurga. 

Rasullah shallahu alaihi wa sallam bersabda  :
Ada 2 golongan dari penduduk Neraka yang belum pernah aku lihat. 
1. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi seperti manusia. 
2. Dan wanita berpakaian tapi telanjang , berlenggak-lenggok kepala mereka seperti punuk unta yang miring. 
Wanita seperti itu tidak akan masuk syurga dan tidak akan memcium baunya. Walaupun baunya tercium dari jarak sekian & sekian. 
(HR muslim No. 2128)

Wanita-wanita yang ikut perlombaan Rela tubuhnya dinikmati ratusan mata yang tak halal baginya , Hanya untuk merebutkan hadiah yang tak seberapa,  di bandingkan akhirat yang kekal Abadi selamanya. 

Pulanglah Wahai wanita tepatmu dirumah,  Bukan keluyuran kemana-mana. 
Apalagi ikut perlombaan atau kontes-kontes yang akan menjerumuskan mu ke Neraka. 

Wa'allahu A'lam.

Selasa, 08 Agustus 2017

Hijrah

HIJRAHMU BELUM LENGKAP TANPA UJIAN

Jika dengan hijrahmu.. 
Kamu kehilangan temen-temenmu & dijahui temenmu. 
Maka mereka memang temen-temenmu yang harus TERELIMINASI dari daftar temen-temenmu yang baik.
Insyaallah Allah akan gantikan dengan  kehadiran temen-temen yang lebih baik. 

Jika dengan hijrahmu  ...
Kau kehilangan pekerjaan mu.. 
Maka pekerjaan tersebut memang tidak baik.. 
Untuk dirimu & akhiratmu.. 
Insyaallah  Allah akan gantikan dengan pekerjaan yang lebih berkah. 

Jika dengan hijrahmu 
 dirimu di ghibah di olok-olok. 
Eh,  udah tobat lu,  Ah sok alim Lu. 
Ah aliran sesat,  kaya ninja,  teroris ..
Maka yakinlah dosamu  sedang berguguran. 
Dan kesabaranmu tengah terasa dg hebat. 
Bahkan transfer pahalamu sudah bertambah. 
Asalkan iklas tidak merasa sakit hati akan olok-olokan mereka. 

Jika dengan hijrahmu  ..
Kau terlihat semakin tidak menarik.. 
Maka saat itulah kecantikan mu sedang terjaga & begitu mahal.. 

Dari Abu hurairah ia berkata  , Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda  : sesungguhnya allah tidak melihat  kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi dia melihat kepada Hati-hati kalian dan perbuatan -perbuatan kalian. 
(HR MUSLIM) 
...................
Jika hijrahmu  tak bernilai dimata mereka  .
Jika hijrahmu  tak berarti apa2 dihadapan mereka,  jika hijrahmu tak di hargai oleh mereka.  Jika hijrahmu membuat mereka  semakin risih. 
Bersabarlah & tersenyumlah... 

Apalah arti dari penilaian manusia.. 
Bagi mereka mungkin aneh  , norak,  kuno,  ketinggalan zaman,  gak gaul, gak modis. 
Tapi tidak bagi Allah  , tidak berlaku seperti itu menurut-Nya. 

Karena  hijrahmu bentuk ketaatan kepada-Nya.. 
Hijrahmu bentuk kecintaan pada Rabb-Mu. 
Rabb-Mu tak akan membiarkanmu berjalan sendiri tanpa ada arahan dari-Nya. 
Apa yang sedang dilewati itu adalah ketentuannya,  semakin terjal jalan yang dilewati semakin besar pula usaha untuk melewatinya. 

Terjalnya jalan itu bukan karena Rabb-Mu  ingin menjatuhkanmu tetapi ingin mengangkat derajatmu percayalah. 

Akan ada pelangi setelah hujan.. 
Seperti itulah pengorbanan & usaha. 
Seseorang ketika hijrah,  ada banyak pintu kebahagiaan  di depanmu  ..
Tetaplah semangat & Istiqomah. 

Karena  hijrah belum lengkap tanpa ujian. 
Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda  : seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya.  Apabila agamanya begitu kuat(kokoh) maka semakin berat pula ujiannya , Apabila agamanya lemah maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya seorang hamba akan senantiaasa mendapatkan cobaan hingga ia berjalan dimuka bumi dari keadaan  bersih dari dosa. 
(HR TIRMIDZI  & IBNU MAJAH)

Rabu, 02 Agustus 2017

Landak dan manusia

Sekelompok landak sedang berkumpul pada satu hari di musim dingin yang beku. Agar tak mati membeku, mereka saling mendekat. Begitu saling berdekatan, mereka mulai saling menusuk dengan bulu mereka (yang tajam). Untuk menghindari rasa sakit, mereka memisahkan diri, kehilangan kehangatan dan mulai menggigil kedinginan lagi. Mereka saling mendekat lagi, terluka lagi, menjauh lagi. Begitu seterusnya, sampai mereka menemukan jarak yang nyaman antara tertusuk dan kedinginan”

Seringkali aku berfikir kenapa ada orang yang bisa bertahan hidup bertahun-tahun bersama orang-orang yang sering melukai hatinya. Kenapa banyak perempuan diperlakukan kasar, namun memilih diam saja. Padahal saya sangat tahu, mereka bisa meninggalkannya sewaktu-waktu. Kapanpun ia mau.
Tapi ternyata memang beginilah kenyataan sebuah kebersamaan. Ada banyak hal yang belum saya pahami dan ketahui. Yang tidak diajarkan di bangku sekolah.

 

Pernah punya sahabat akrab?
Aku yakin sedikit banyak dia pernah melukai hatimu.
Pernah bertemu orang-orang baru, yang sama sekali tidak kamu kenal?
Aku yakin mereka tidak pernah melukaimu.
Tapi pertanyaannya adalah…
Kenapa kamu lebih nyaman bersama mereka-yang sering melukaimu?
Apa rasa sakit itu telah membuatmu menjadi kecanduan?
Atau
Saking seringnya, kamu menjadi terbisa?
dan kamu lupa bedanya rasa sakit dan tidak

Jawabannya ada dalam dirimu sendiri..
kenapa kamu masih ingin bersama
kenapa kamu memiliki persediaan maaf yang begitu banyak?
bahkan sebelum aku memintanya

kebersamaan manusia sama seperti kebersamaan landak di musim dingin
landak dingin

kita tahu,
jika kita bersama, berdekatan, kita akan saling melukai,
tapi..
jika kita menjauh terlalu lama..
kita akan mati kedinginan
mati kesepian

maka aku juga membutuhkan kalian
kita hanya perlu saling memahami
kapan kita harus menjauh dan berdekatan
menemukan jarak yang nyaman
agar kita bisa melanjutkan kehidupan selanjutnya
bersama-sama