SEKELEBAT DUNIA
By. RENDY REZHA ( founder PPA )
Coba rasakan ketika kau tengah asyik berdoa namun tiba-tiba ada orang yang lewat saja persis didepan wajahmu tanpa permisi bahkan terkesan membelakangimu.. Apa rasanya?
Kesal, merasa tidak sopan, tidak dihargai, dlsb.
Pertanyaannya apa pesan cinta yang Rabbmu ingin sampaikan wahai diri?
Bukankah segala sesuatu terjadi adalah tanda-tanda dari-Nya?
Bukankah kau selalu minta ditunjukan jalan lurus dari jalan bengkokmu yang kau sendiri tak menyadarinya?
Maka bukalah matamu akan apapun wujud guru yang hadir dalam hidupmu.. Sadarilah orang yang lewat tadi adalah juga guru yang dikirim untukmu.
Sekarang pertanyaannya..
Mengapa kau kesal wahai diri?
Oh ternyata hati ini masih kotor.. Merasa tidak dihargai oleh guru tadi (orang lewat) alias kita merasa diri kita adalah orang penting yang pantas dihargai dan juga kita merasa dihargai orang tadi adalah suatu hal penting dalam hidup.
Orang lewat tadi adalah dunia yang hanya lewat..
Kenapa kita merasa tidak dihargai dunia? Atau bahkan sebaliknya ketika dihargai dunia kita menjadi tinggi hati?
Ternyata akarnya adalah 2 hal :
1. Merasa diri penting
2. Menganggap dunia penting
Pertama, Apakah kau merasa dirimu penting wahai diri? Sehingga kau merasa tak dihargai ketika ia tak menghiraukanmu?
Bukankah kau selalu dalam kondisi ditatap oleh Yang Maha Penting dan patut dipentingkan. Siapa dirimu wahai diri sehingga kau berani menganggap dirimu penting? Bukankah maksiat yang Allah tutupi jauh lebih besar dari yang terlihat oleh dunia?
Dan bukankah perlakuanmu pada Yang Maha Penting lebih parah dari orang tadi? Tapi Dia tetap sabar menunggumu..
"Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah swt. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’alamengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).
Kedua, Apakah kau menganggap dunia itu penting wahai diri?
Sehingga ketika dunia tidak menghargai dirimu kau merasa sakit hati dan ketika dihargai kau berbangga diri?
Bukankah ia adalah kesemuan? Bahkan dihadapan Rabbmu ia tak lebih berat dari sehelai sayap nyamuk.. Lantas mengapa kau menggangap pandangan dunia yang hanya "sekelebat" terhadap dirimu itu penting? Tak cukupkah padangan Rabbmu padamu?
Maka bersihkanlah hatimu dari nafsu.. Bahkan yang tersamar. Apa-apa yang tidak kau niatkan untuk-Nya itulah nafsu bahkan terkadang dalam kebaikan.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS: Al Bayyinah 5).
Bersihkan hatimu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar